Anak Durhako, Warga Ulu Barumun Tikam Ibu Kandung Hingga Tewas

Seorang pemuda tanggung berinisial RN (20), warga Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padanglawas tega membunuh ibu kandungnya dengan menikam hingga tewas.

Keterangan yang dihimpun tadi malam, pembunuhan sadis itu terjadi sekitar pukul 03.30 Wib, yang mengorbankan Maini Hasibuan (46), setelah mengalami luka tusukan pada bagian dada. Sementara seorang tetangga, Muli Hasibuan (50), turut menjadi amuk pelaku dan mengalami luka tusuk di bagian dada dan punggungnya.

Sedang istrinya Tiombun Hasibuan (46), mengalami luka tusuk sebelah kiri bagian dada, tepat di bawah ketiak kiri, serta luka pada tangan kiri. Hingga sekarang korban masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan.

Menurut informasi, menjelang subuh terjadi keributan di rumah korban antara anak dan ibu kandung dan berakhir dengan penikaman hingga tewas. Setelah menikam ibu kandungnya, tersangka lari ke rumah tetangganya Muli Hasibuan yang keluar rumah karena ada keributan.

Namun tiba-tiba tersangka langsung menusuk bagian dadanya. Istri Muli pun keluar dan juga disambut dengan tusukan oleh tersangka. Kemudian tersangka berusaha bunuh diri dengan menusuk perutnya hingga ususnya terburai.

Dari keterangan sejumlah saksi, termasuk Kepala Desa Paringgonan Maraganti Hasibuan, Mahfud Alwi  dan Swardi Nasution, pelaku beberapa hari belakangan terlihat menjadi pendiam, diduga mengalami kemasukan hingga tega menikam ibu kandungnya.

Kapolres Tapsel AKBP Subanriya, membenarkan kejadian tragis itu. “Kini jkasus tersebut sedang dalam penyidikan,” ujarnya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  900 Karyawan Tambang Emas Martabe Harus Dirumahkan - Kerugian PT Agincourt Resources Rp14 Miliar per Hari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*