Anak SMP Negeri 1 Panyabungan Temukan Obat Diabetes

Anak SMP Negeri 1 Panyabungan, Gita Adinda Nasution (17), menemukan ramuan tradisional yang bisa menyembuhkan penyakit diabetes. Perjalanan mencari obat diabetes dilakukan Dinda –begitu ia biasa disapa- dimulai sejak kelas enam SD. Kini, gadis belia ini sudah duduk di bangku SMA Negeri 2 Plus Sipirok. Bagaimana ceritanya?

150445653a50f18616f0a93763e13c7ceb25f28d Anak SMP Negeri 1 Panyabungan Temukan Obat Diabetes

Seorang gadis berkacamata yang mengenakan seragam pramuka menyambut kehadiran awak koran ini dengan senyuman, Jumat (11/11). Gadis itu adalah si penemu obat diabetes. Di ruang guru, siswa kelas XII IPA 1 ini mengisahkan perjuangannya.

“Saya masih kelas enam SD waktu ayah terserang diabetes. Saya sekolah di SD Negeri 1425594 Panyabungan. Saya sedih melihat ayah tak boleh makan nasi. Tiap hari harus konsumsi kentang, padahal ayah suka makan nasi,” ujar putri pasangan Bisman Nasution SH dengan Dra Lismawati, membuka percakapan.

“Mulai saat itu saya bertekad mencari cara agar ayah bisa sembuh dan boleh makan nasi. Saya mulai dengan membaca buku-buku yang  berkaitan dengan diabetes. Setiap pulang  sekolah, saya luangkan waktu untuk membaca di perpustakaan daerah,” imbuh anak ketiga dari empat bersaudara yang tinggal di Jalan Pendidikan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina ini.

Kegiatan mencari dan mengumpulkan data tentang penyakit diabetes melalui buku-buku  terus dilakukan. Saat duduk di bangku SMP Negeri 1 Panyabungan, ia mulai memberanikan diri meramu obat melalui petunjuk buku yang dibacanya.
“Saya pernah nangis lihat ayah yang begitu ingin makan nasi. Lantas, saya mulai meramu obat dari buku Pengobatan ala Hembing. Bermodalkan ingin tahu dan kemauan, saya bereksperimen dengan ramuan tradisional. Sebab, resep yang diberikan dokter tidak menunjukkan hasil seperti yang diharapkan,” sambung siswi yang bercita-cita menjadi guru dan dosen.

Baca Juga :  Sekwan Ditahan Anggota DPRD Belum Gajian

Diceritakan belia kelahiran Medan, 2 Juli 1994 ini, telah banyak tumbuhan obat yang  diraciknya. Namun, beberapa hasil eksperimen yang dilakukan masih kurang  memuaskan. Misalnya ramuan daun mahkota dewa yang dikeringkan lalu direbus dan airnya diminum. Setelah diuji selama dua minggu, tak juga berhasil.

Selanjutnya diganti dengan ramuan buah mahkota dewa yang dikeringkan lalu dijadikan bubuk dan diseduh. Hasilnya juga belum memuaskan. Begitu juga ramuan lain, seperti akar mahkota dewa, ciplukan, asupan jus, dan ramuan lainnya namun tetap belum membuahkan hasil maksimal. Dan, bila reaksinya tidak maksimal dalam dua minggu maka ramuan diganti. Selanjutnya, ia kembali meracik ramuan lainnya.

Menurut Dinda, setiap hasil ramuan selalu diminumnya terlebih dahulu. Selain untuk mengetahui rasa, ia juga tak ingin terjadi apa-apa dengan ayahnya. Memang rata-rata ramuan itu rasanya aneh dan menyebabkan mual dan muntah. Ramuan-ramuan yang rasanya aneh tidak diberikannya untuk sang ayah.

“Hampir keseluruhan ramuan hanya membuat ayah bersemangat. Sedangkan kadar gulanya masih tetap tinggi. Tepat kelas dua SMP, saya meracik salah satu tumbuhan dan berhasil,” sebutnya sumringah.

Ramuan itu (bahan-bahan sengaja dirahasiakan untuk kepentingan hak paten) diminumkan kepada ayahnya. Setelah mengonsumsi selama dua hari, ayahnya merasa cocok dengan ramuan yang diberi nama kopi gula yang telah diracik itu. Selanjutnya muncul beberapa perubahan positif, seperti, pandangan mulai jelas, badan terasa ringan, kulit yang mulanya kendur menjadi kencang, lemas menjadi  berenergi,  serta kadar glukosa menurun dan ternetralisir.
“Merasa bahagia. Itu suatu kejutan besar. Dan, sejak saat itu ayah sudah bisa makan nasi, dan kadar glukosanya normal,” kata Dinda.

Baca Juga :  Pemilukada Ulang Madina - Tertibkan Alat Peraga!

Setelah menemukan ramuan tersebut, beberapa kerabat dekat dan sahabat yang menderita diabetes atau pun yang pradiabetes turut mengonsumsi ramuan itu. Dan, sembuh.

“Ramuan ini memang belum teruji secara klinis. Tapi, saya berharap temuan ini diuji klinis dan menerima hak paten. Oia, saya berterima kasih kepada keluarga, bapak Harry Lontung Siregar, guru di sekolah, dan sahabat yang memberikan dorongan selama ini. Kiranya temuan ini bermanfaat bagi penderita diabetes yang sering pasrah dengan penyakitnya,”  pungkas Dinda.

Perlu diketahui, selain ayahnya, ada pak Rasoki di Panyabungan dan belasan orang lainnya sudah merasakan manfaatnya. Bahkan, seorang anggota Koramil Natal bermarga Tanjung yang sudah berobat ke Singapura, dinyatakan sembuh setelah meminum ramuan ini selama tiga bulan setiap mau tidur malam dan bangun pagi. (ran/ann)

Metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

9 Komentar

  1. gmn cara mendapatkan obat ini,saya tinggal di padangsidimpuan plis kasih tau sy gmn cara mendapatkan obat ini,saya kena diabetes juga

  2. Perkenalkan , saya juga adalah kelahiran Panyabungan, tetapi saya jarang pulang ke kampung saya di Panyabungan jae. setelah membaca artikel yang dituliskan oleh Dinda diatas saya ingin juda mencobanya soalnya saya termasuk salah satu yang mengidap penyakit Diabetes tersebut , saya sudah ke dokter tetapi sampai sekarang belum juga sembuh malah kadar gula dalam darah saya tetap dan cenderung naik sekarang sudah mencapai 373 . untuk itu kepada penulis makalah diatas saya mohon kiranya menggunakan resepnya itu mana tahu untuk saya bisa manjur dan bisa lagi hidup normal seperti semula , dan kalau saya pulang ke kampung nanti saya bisa jumpa dan bertanya tentang resep obat Diabetes tersebut . Demikianlah dulu isi surat saya ini dan mohon maaf bila ada yang salah atau tidak pada tempatnya. untuk komunikasi saya bisa di hubungi lewat phone : 081364587701. demikian harapan saya dan Ucapkan terima kasih.

  3. Tolong beritahukan,bgmn caranya mendapatkan
    Ramuan yg telah siap di konsumsi tsb.Kami hrs
    Mengirimkan biaya pembelian obat kemana?
    Tolong sy,adik sy lg sakit diabetes..

  4. Jaman ini sudah dikuasi kapitalis. Sedikit orang saja yang bisa secara berkelimpahan menikmati kekayaan dunia ini. Bahkan sedikit orang itu kepingin semakin sedikit yang kaya, kalau bisa tinggial dirinya saja. Mari ktia gempur kerakusan itu dengan memberi secara gratis apa yang diberikan secara gratis pula oleh Tuhan yang Maha Belaskasih. Pilih mana anda terkenal karena membantu ribuan penderita diabet atau anda terkenal karena menjadi orang kayaraya karena anda bisa menjual mahal ramuan anda ?

    • justru dengan adanya pemberitaan di surat kabar seperti ini bertujuan agar penderita diabet dpt mengetahui keberadaan obat ini, masalah nominal harga tidak perlu khawatir krn obat ini sangat terjangkau
      jadi dengan ilmu yg diberikan ALLAH kpd gita adinda nasution ini secara gratis diharapkan akan dpt memberi manfaat bagi seluruh pihak

  5. Kalau memang apa yang diungkapkan ini benar, maka cepat2lah di patenkan agar bisa dimamfaatkan masyarakat yang memerlukan. Bukankah membantu sesama jauh lebih penting daripada nilai komersial??? Dan alangkah baiknya jika dipatenkan pun pihak2 yang berkeinginan menggunakan hak Paten tersebut tidak hanya mementingkan sekedar Komersial Bisnis saja, namun lebih daripada bagaimana orang-orang yang kena penderita penyakit ini bisa sembuh dengan tanpa harus orang mampun bisa menggunakan obat ini jika benar apa adanya.

    Penemuaan2 seperti ini biasanya sering ditelan bumi hilang tak berjejak akibat kurang pedulinya pihak Pemda terhadap temuan2 yang seperti ini, padahal hal2 seperti ini merupakan suatu kejeniusan dan perlu didukung oleh Pemda. Penemu ini juga perlu dilindugni dari segi keamanan, mengingat dalam hal berbagai sering kita baca suatu berita, sering terjadi hal yang tidak diinginkan pada seseorang penemu dari pihak2 yang tidak senang adanya suatu penemuan untuk membantu masyarakat.
    Mudah-mudahan temuan ini bisa bermasyakat dan bisa membantu orang yang kena penyakit ini, sehingga orang-orang yang tidak mampupun dapat memamfaatkan obat yang ditemukan ini….

    • sudah pernah ada usaha untuk mempatenkan ramuan ini namun pihak dirjen hukum dan HAM ingin adanya suatu hubungan denngan suatu perusahaan
      sedangkan pihak pemda sendiri belum dapat memfasilitasi hal tersebut, jadi untuk usaha paten sendiri jd mandek akibat belum adanya kerjasama dengan suatu perusahaan

      kepada penderita diabetes tidak perlu cemas dengan nominal harga obat ini karena harganya sangat terjangkau, jadi dengan ilmu yang telah diberi oleh ALLAH kepada gita adinda nasution secara gratis maka semua pihak akan dpt manfaatnya…….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*