Anak Wabup Paluta yang “Nyabu” Itu Staf di Kejaksaan

Anak Wakil Bupati Paluta yang di duga memiliki sabu-sabu, di bantah Kejati Sumut bukan seorang jaksa

MEDAN, KOMPAS.com — Rizaldi Ilyas Hasibuan (27), anak Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) yang ditangkap Polresta Medan karena kedapatan memiliki sabu di rumahnya, adalah seorang staf di Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam cabang Pancur Batu. Hal itu diakui Kepala Seksi Penerangan Hukum Marcos Simaremare.

“Dia bukan jaksa, hanya pegawai di kejaksaan cabang Kejari Lubuk Pakam di Pancur Batu. Golongannya 2B. Informasi yang kita dapat memang Selasa kemarin ditangkap reserse Polresta Medan dari kediamannya karena memiliki sabu,” kata Marcos, Kamis (7/2/2013).

Dia menjelaskan, pihaknya menyerahkan proses pidana kepada kepolisian. Sementara institusinya akan menangani proses kedisiplinan kepegawaian.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Asisten Pengawasan akan dilihat sejauh mana perbuatan Rizaldi dikategorikan bersalah atau tidak. Namun, sampai hari ini Marcos menjelaskan belum mengetahui hasil pemeriksaannya.

Marcos menambahkan, dari Nomor Induk Pegawai (NIP), pelaku diketahui sudah bekerja selama enam tahun. Pihak Kejati Sumut tetap menganut asas praduga tidak bersalah.

Sementara itu, dari Mapolresta Medan diketahui bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Rizaldi akan dilimpahkan segera ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Kasat Reserse Narkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander mengatakan, walau pelaku merupakan anak pejabat di Paluta, berkasnya tetap akan dilanjutkan.

Baca Juga :  Nasib Bupati Palas Tunggu MA

“Berkas tetap lanjut walau pelaku anak seorang pejabat di Paluta. Tidak pandang bulu dalam kasus narkoba walau barang buktinya hanya 0,04 gram sabu. Saat ini berkasnya masih kita dalami apakah tersangka memiliki jaringan atau sindikat narkoba lainnya,” kata Dony.

Dony mengatakan, kendati pelaku mengaku hanya sebagai pemakai, pihaknya belum bisa memutuskan apakah direhabilitasi atau tidak.

“Pengakuannya hanya pemakai dan sudah lama mengonsumsi (sabu), tapi kami tidak bisa memastikan apakah pelaku direhabilitasi atau tidak. Itu hak pengadilan,” tegasnya.

Sebelumnya, pelaku ditangkap Satuan Reskrim Narkoba Polresta Medan di rumahnya di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, pada Rabu (6/2/2013) kemarin. Selain mengamankan sabu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa satu buah bong dan satu buah pipa kaca lengkap dengan dot karet saat penggeledahan di kamar tidurnya.

Kompol Dony Alexander mengatakan, sabu dibeli pelaku dari Anto yang kini statusnya masih buron. Pelaku mengonsumsi sabu sejak setahun lalu dan terakhir menggunakannya pada Senin (4/2/2013). Untuk penyelidikan sementara, pelaku dikenakan Pasal 112 ayat 1 subsider 127 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Karena Pengaduan PT. TPL Masih Prematur, PN. Padangsidimpuan Bebaskan Dua Terdakwa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*