Anang Minta Maaf Soal Tayangan Ashanty Melahirkan

Anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2014-2019, Anang Hermansyah mengikuti gladi bersih pelantikan anggota DPR terpilih di Gedung DPR, Jakarta, 30 September 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Jakarta – Banyak yang mengkritik penayangan proses persalinan Ashanty di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu, 14 Desember 2014. Saat Ashanty melahirkan, stasiun televisi RCTI menyiarkannya secara langsung. Acara ini pun berbuntut protes dan kritik dari publik.
Anang Hermansyah, suami Ashanty, mengatakan bisa memaklumi ada pihak yang tidak setuju dengan penyiaran tersebut. Minggu sore, Anang menyatakan permintaan maafnya dalam jumpa pers yang berlangsung di rumah sakit.

“Aku terima banyak pihak yang enggak suka. Buat aku, ini dinamika. Buat yang senang, aku terima kasih sudah ikut doain. Dan, buat yang enggak suka, tinggal ganti channel,” kata Anang dalam jumpa pers seusai operasi caesar Ashanty di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.  “Aku minta maaf jika ada pihak yang merasa enggak nyaman.”

Musikus yang kini menjadi anggota DPR dari Partai Amanat Nasional itu berpendapat, acara yang diusung menjadi tayangan live tersebut semata hanya sebagai bukti bagaimana dirinya dan sang istri berusaha mendapatkan momongan.

Dalam acara ini, Anang menjelaskan bayi perempuan itu diberi nama Arsy Addara Musicia Nurhermansyah. Lahir dengan panjang 45 sentimeter dan berat badan 2,5 kilogram.

“Arsy artinya singgasana, Addara artinya kecantikan, Musicia itu sudah pasti musisi. Dan Nurhermansyah itu memang nama keluarga, karena perempuan di keluarga ini jadi namanya pakai Nur, jadi Nurhermansyah,” kata Anang.

Baca Juga :  Anggota BURT Mau Plesiran - Pimpinan DPR: Studi Banding Apaan, Mau Nonton Bola Kali?

———- 000 ———–
Siaran Ashanty, Lembaga Kehormatan Akan Tegur Anang

Jakarta – Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat, Guntur Sasono, mengatakan mahkamahnya akan menasihati Anang Hermansyah terkait dengan penyiaran acara proses melahirkan istrinya, Ashanty. Anang adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional.
“Kalau perlu Pak Anang akan kami beri nasihat bahkan peringatan, tergantung hasil rapat hari ini,” ujar Guntur, saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Desember 2014.

Dia mengatakan Mahkamah Kehormatan DPRD akan menggelar rapat untuk melihat sisi hukum dari penyiaran yang melibatkan Anang ini. “Secara etika dalam kehormatan Dewan, memang ada hal yang harus dibicarakan,” kata Guntur.

Menurut dia, secara pribadi Anang tak bersalah. Sebab, siaran itu bisa menjadi penyemangat untuk Anang dan keluarga besarnya saat menghadapi kegentingan proses Ashanty melahirkan. Namun, Anang semestinya mempertimbangkan opini publik yang bakal muncul setelah acara proses melahirkan istrinya disiarkan selama empat jam.

Komisi Penyiaran Indonesia telah melayangkan surat teguran kepada RCTI, stasiun televisi yang menyiarkan acara proses melahirkan tersebut. KPI Menyatakan siaran itu memiliki durasi yang tidak wajar, yakni selama empat jam. Tayangan itu juga dinilai tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik frekuensi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik.

KPI juga menyayangkan sikap Anang Hermansyah sebagai anggota DPR, yang semestinya berlaku santun dan bijak di depan publik. Dalam surat teguran bernomor 2932/K/KPI/12/14 itu, KPI meminta RCTI untuk tidak menayangkan kembali serta tidak mengulangi kesalahan serupa untuk program sejenis lainnya di kemudian hari.

Baca Juga :  Polisi Incar 23 Artis Pemakai Narkoba

KPI menyatakan peristiwa yang bersifat personal, seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian, merupakan acara yang tidak layak ditayangkan di televisi nasional dengan durasi berlebihan.

Siaran Reality Show Eksklusif Proses Persalinan Ashanty ditayangkan di RCTI pada Ahad lalu, 14 Desember 2014 mulai pukul 13.14 WIB. Tayangan selama empat jam lebih itu diberi judul Anakku Buah Hati Anang & Ashanty.

/TEMPO.CO

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*