Andil Orang Tua Buat Anak Gemar Makan Sayur dan Buah

Ilustrasi (jill111/Pixabay)

Ilustrasi (jill111/Pixabay)Berapa banyak sayur serta buah yg dimakan si kecil? Jika porsinya minim, maka Anda menjadi orang tua bisa dikatakan ‘melanggar’ peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI nomor 41 Tahun 2014 wacana panduan Gizi Seimbang.

Dalam peraturan tadi, Pemerintah menganjurkan agar orang tua mulai membiasakan anak mengonsumsi butir serta sayur semenjak usia dini. Porsi butir dan sayur yg diberikan orang tua pada anak wajib meliputi 50 % berasal porsi sekali makan.

Berdasarkan penelitian Blisset pada 2011 dan Peters di 2012, jika orang tua memberikan buah serta sayur menggunakan cara yang sempurna, maka tidak akan sulit bagi si anak buat menyukai butir dan sayur. Lebih berasal itu, mungkin anak akan mengonsumsi buah dan sayur sesuai porsi yang dianjurkan.

  • BACA JUGA:
    Penyebab Anak Susah Makan dan Solusi Cara Mengatasinya
    Ini 4 cara unik bikin anak suka makan sayur
    Agar Anak Doyan Makan Sayur

“Hanya saja, orang tua poly melakukan kesalahan pada anugerah buah serta sayur tersebut,” ujar Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga. Nina, sapaan akrabnya, menyebutkan beberapa kesalahan yg acapkali dilakukan sang orang tua.

Kesalahan pertama artinya mencekoki anak menggunakan buah, sayur, atau jamu. Cara tadi justru akan menghasilkan anak merasa trauma menggunakan kuliner itu.

“dia [anak] akan semakin tidak suka menggunakan butir serta sayur,” kentara mak 2 orang anak ini.

Kesalahan ke-dua merupakan menyuapi anak. Hal ini, diungkapkan Nina, bisa menghasilkan anak menjadi semakin malas buat makan. Anak jadi tidak mau makan jikalau tak disuapi bunda atau ayahnya.

Baca Juga :  Mengatasi Kejang Saat Demam

Kesalahan terakhir merupakan membiarkan anak makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti jalan-jalan ke taman, bermain gawai, serta menonton televisi. Dari Nina, kegiatan tersebut justru akan membentuk anak tidak menyadari makanan yg masuk mulutnya.

“Anak jadi tidak menikmati kuliner tadi,” pungkasnya. Lebih jelek lagi, hal itu bisa mengakibatkan obesitas di anak, Lantaran anak tidak menyadari apakah telah kenyang atau belum.

Nina mengungkapkan pengaruh jangka panjang Jika anak kurang mengonsumsi butir serta sayur, galat satunya merupakan tumbuh kembang anak akan bermasalah.

“Tinggi dan berat badan anak cenderung kurang maksimal ,” pungkasnya. Selain itu, mampu berdampak jua pada organ pada tubuh anak.

Permasalahan lain yang akan ada artinya tak optimalnya kecerdasan anak, yg di akhirnya berpengaruh pada kepribadian.

Nina berkata, “Anak mungkin akan butuh proses yang lama pada menangkap omongan orang lain. Dia jua akan merasa tidak berdaya karena ‘terpaksa’ saat diberi makan.”

buat itu, ada beberapa cara yang baik, yg dapat dilakukan orang tua supaya anak mau mengonsumsi butir dan sayur. Misalnya, dengan melibatkan anak ketika menyiapkan makan atau bekal buat sekolah.

“Kita [orang tua] bisa bilang di anak, ‘kamu boleh enggak senang sayur dan buah, akan tetapi ini wajib dimakan. Kamu mau makan ini kapan? Hari apa? Mau makan yg mana?’ Tanpa harus [mengatakannya] dengan tensi tinggi,” kata Nina.

Nina jua menuturkan bahwa hal yang tidak boleh dilakukan orang tua ialah membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. Selain itu, orang tua sepatutnya mengapresiasi sang anak atas hal yg dia lakukan.

Baca Juga :  Menjaga Gula Darah Tidak Rendah atau Tinggi

“jika anak sudah duduk membisu serta makan sampai habis, itu harus diapresiasi. Akan tetapi saat beliau jalan-jalan atau bermain, jangan dimarahi. Tetap menggunakan cara halus, ajak anak buat balik ke meja makan,” papar psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Trik terakhir yg disampaikan sang Nina adalah dengan menyampaikan anak penghargaan.

“Walaupun kuliner kita variatif, anak pasti permanen akan meminta makanan lain, contohnya sosis. Kita [orang tua] tidak perlu murka ,” istilah Nina. “Kita relatif berkata, ‘Boleh makan sosis, sesudah makanan ini dihabiskan.'”

Orang tua bisa juga menggunakan berkata kepada anak, “Maaf, buat sekarang kuliner yg tersedia ini. Bila kamu lapar, bila engkau mau makan, maka engkau harus makan ini.”

www.cnnindonesia.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*