Android Lemot, Bagaimana Mengatasinya?

PENULIS : Ryan Mintaraga
SUMBER ASLI : blog.ryanmintaraga.com

Sudah beberapa hari ini saya merasakan penurunan luar biasa dari kinerja smartphone kesayangan saya – Sony Ericsson XPeria Ray – yang sudah sekitar 4 tahun menjadi andalan saya, utamanya untuk urusan mobile photography.

Smartphone yang nyaris tidak pernah hang tersebut belakangan ini lambat dalam merespon setiap aktivitas yang saya lakukan.  Setiap mengaktifkan kamera, membuka SMS, bahkan mengakses menu, smartphone tersebut sekarang membutuhkan waktu, padahal dulu tidak.

Uniknya, pada saat bersamaan, smartphone Esia Max Fun milik saya dan SmartFren Andromax C milik sulung saya juga mengalami gejala yang sama – kinerjanya melambat.  Esia Max Fun bahkan lebih parah, smartphone keluaran Cyrus ini jadi sering hang dan restart sendiri ketika sudah tidak kuat menjalankan tugas sederhana seperti menerima telepon, membuka SMS, dan mengakses phonebook.

Ketiganya punya kesamaan yaitu RAM sebesar 512 MB.

Apa Itu RAM?

RAM (Random Access Memory) merupakan memori yang sifatnya hanya sementara.  Fungsinya untuk menangani aplikasi yang saat itu sedang dijalankan.

Semakin besar RAM, semakin banyak aplikasi yang bisa dijalankan pada saat bersamaan.  Data yang disimpan di RAM akan hilang saat smartphone dimatikan, itulah sebabnya cara umum untuk mengobati smartphone yang sedang hang adalah restart.

RAM diukur dalam besaran Megabyte dan Gigabyte.  Saat ini smartphone dengan RAM tertinggi konon adalah LG T585 dengan RAM 16 GB – entah benar entah tidak karena saya tidak menemukan informasinya di situs gsmarena.  Sementara RAM tertinggi di pasaran saat ini adalah 4 GB, berikut diantaranya :

beberapa contoh smartphone dengan ram 4 gb yang beredar di pasaran (sumber : gsmarena)

Analogi untuk RAM mungkin sama saat kita menyapu sambil memasak air, sementara di saat yang sama kita sedang menunggu setrika panas.  Semakin tinggi kemampuan otak kita, semakin banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dalam waktu bersamaan tanpa ada yang terlupa atau tanpa kita menjadi hang.

Ingat, jangan keliru antara RAM dengan ROM.

Setiap aktivitas yang dilakukan smartphone akan menggunakan RAM, bahkan saat tidak digunakan dan/atau tidak terhubung dengan internet.

Semakin banyak hal yang harus dilakukan sebuah smartphone akan berimbas pada kinerjanya.  Puncaknya, smartphone bisa lelet bahkan hang.

Kenapa Perangkat Android Bisa Lelet?

Dari berbagai sumber, saya menemukan informasi penyebab perangkat Android menjadi lelet, diantaranya :

  1. Menggunakan Live Wallpaper
    Tahu live wallpaper?  Itu, wallpaper berupa gambar bergerak misalnya awan di langit, daun-daun berguguran, atau gelembung-gelembung yang bergerak naik.
  2. Memasang terlalu banyak widget
    Jika live wallpaper berfungsi memperindah homescreen, widget akan membuat smartphone kita terlihat canggih dan keren karena menampilkan informasi – misalnya – cuaca atau berita secara realtime, juga update status dari teman-teman kita di medsos.
  3. Terlalu banyak aplikasi yang berjalan di belakang layar
    Hampir setiap aplikasi yang diinstal di perangkat Android akan berjalan di belakang layar, sbb :
    perhatikan di bagian paling bawah, nampak perbandingan ram terpakai dan ram tersisa, perhatikan pula bahwa setiap aplikasi memakan ram yang bervariasi (screenshot)Seperti yang sudah saya katakan bahwa setiap aktivitas di smartphone akan menggunakan RAM. Tampak pada gambar di atas, setiap aplikasi menggunakan RAM yang besarnya bervariasi.  Semakin banyak aplikasi yang berjalan di belakang layar akan berimbas pada kinerja smartphone.
  4. Tidak pernah di-restart
    Benar! Perangkat Android yang tidak pernah di-restart lama-kelamaan akan melambat kinerjanya.
Baca Juga :  Wuih, Satu Alamat 'E-Mail' Facebook Terjual Rp 6 Juta

Untuk mengakses informasi penggunaan RAM, netter bisa mengakses menu “Settings – Apps – Manage Apps“, kemudian swipe hingga netter menemukan tab yang berjudul “Running” atau yang lihat di bagian paling bawah, mana yang bertuliskan “RAM”.

Lalu, Bagaimana Mengatasinya?

Jika smartphone sudah mulai lelet, ada beberapa tindakan yang bisa mengurangi tingkat kelemotannya.  Beberapa tindakan tersebut antara lain :

  1. Biasakan untuk secara teratur mematikan perangkat Android setidaknya 15 detik dan nyalakan kembali.
  2. Instal hanya aplikasi yang diperlukan, dan ini yang sulit, terutama untuk aplikasi perpesanan (BBM, WhatsApp, Line, KakaoTalk, dsb) karena tiap orang punya preferensi yang berbeda-beda. Tapi usahakan untuk membatasi maksimal 2-3 aplikasi perpesanan yang diinstal.  Hal yang sama juga berlaku untuk media sosial, dan lagi-lagi, ini sulit.
  3. Bijak menggunakan widget.
  4. Lebih baik menggunakan wallpaper statis ketimbang live wallpaper.
  5. Cobalah sesekali melakukan factory data reset alias mengembalikan smartphone ke pengaturan awalnya. Menu ini bisa diakses di “Settings – Backup & Reset – Factory Data Reset” dan ikuti panduannya.
  6. Beberapa aplikasi kerap menawarkan update. Hm jujur saja, update memang menawarkan kenyamanan (dan mungkin keamanan), hanya saja yang harus diingat, versi terbaru sebuah aplikasi biasanya membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi.  Pada akhirnya, versi terbaru aplikasi tersebut malahan tidak nyaman diakses di smartphone  Facebook misalnya, tim pengembangnya bahkan sampai merilis facebook Lite karena versi terbaru aplikasi facebook tidak nyaman diakses di perangkat-perangkat dengan spesifikasi rendah.
Baca Juga :  Perusahaan "Game": Windows 8 adalah Bencana

Smartphone Saya Masih Lemot!

Apa boleh buat, mungkin ini saatnya mengganti smartphone Android kita dengan perangkat yang lebih bertenaga.

Sedikit catatan, saat ini smartphone Android dengan RAM 1 GB sudah menjadi spek standar, jadi hindari membeli perangkat dengan RAM kurang dari itu.  Namun akan lebih baik apabila kita memilih smartphone Android dengan RAM setidaknya 2 GB – untuk saat ini – karena kemungkinan tahun depan, paling lama 2 tahun lagi, RAM 1 GB bakal lelet juga.

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat, selamat malam…


Referensi :

  1. Mengenal & Memahami RAM Smartphone
  2. Smartphone Android dengan RAM 4 GB
  3. Smartphone Android dengan RAM 1-3 GB

sumber gambar

Tulisan ini dipublish pertamakali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diizinkan dengan mencantumkan URL lengkap posting di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*