Aneh, Ribuan PNS Dukung Walikota Medan Yang Diduga Maling Uang Negara Rp 1,5 Miliar

Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Medan secara sengaja dan terang-terangan bolos kerja, dan ramai-ramai memberikan dukungan kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, yang menjalani sidang lanjutan atas perkara dugaan korupsi tunjangan penghasilan aparatur pemerintahan desa (TPAPD) sebesar Rp 1,5 miliar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (14/5).

Rahudman diduga mencuri uang negara saat menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Tapanuli Selatan. Kerugian negara itu bersumber dari APBD di kabupaten itu, utamanya di tahun anggaran 2005 silam.

Karena itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) diminta memberi tindakan tegas terhadap ribuan PNS   yang bolos bekerja itu. Mereka yang bolos kerja itu di antaranya  kepala dinas, camat, luruh, sampai kepala lingkungan. Bahkan, PNS golongan rendah juga turut bolos.

“Dalam persidangan yang kedua ini, Mendagri belum mengambil tindakan terhadap ribuan PNS yang bolos bekerja, karena memberikan dukungan terhadap Rahudman Harahap. Dukungan PNS dengan mendatangi pengadilan tipikor ini seakan memberikan tekanan terhadap pengadilan, apalagi bentuk dukungan itu sampai mengganggu arus lalulintas,” tegas Koordinator Republic Corruption Watch Sumut, Ratno kepada SP di Medan, Rabu (15/5).

Ratno mengungkapkan, kedatangan ribuan PNS untuk memberikan dukungan kepada atasannya tersebut, apalagi dengan mengabaikan pelayanan terhadap masyarakat yang berurusan di kantor pemerintahan itu, sama sekali tidak dibenarkan.

Baca Juga :  Ada Masalah di Nias Selatan, KPU Belum Tetapkan Rekapitulasi Suara dari Sumut

Sebab, mereka yang bolos bekerja itu mendapatkan gaji berdasarkan jabatan maupun tunjangan pekerjaan. Bentuk dukungan itu pun bisa mencoreng proses penegakan hukum, utamanya dalam memberantas korupsi.

“Harus ada tindakan tegas terhadap pejabat pemerintahan yang bolos bekerja, dan memberikan dukungan terhadap terduga korupsi meski itu pimpinan mereka. Bentuk dukungan ribuan PNS yang memadati gedung pengadilan tipikor tersebut, sangat mempengaruhi putusan pengadilan. Jangan sampai kepadatan PNS di pengadilan itu bisa mempengaruhi putusan hakim. Bila pengadilan bisa diintervensi maka semakin runyam negeri ini,” ungkapnya.

Juru Bicara PN Medan, Achmad Guntur mengatakan, agenda persidangan tipikor yang tidak berhubungan dengan kasus Rahudman Harahap, dan persidangan umum di peradilan umum, terpaksa diundurkan.

Perubahan jadwal persidangan dilakukan pengadilan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Sebab, situasi di dalam maupun luar pengadilan tidak memungkinkan hakim untuk melaksanakan sidang. Ratusan polisi juga memadati gedung itu.

“Meski di dalam maupun luar pengadilan dipadati oleh PNS, namun tidak mempengaruhi persidangan terhadap Rahudman Harahap. Hakim pun tidak akan terpengaruh dalam mengambil keputusan atas persidangan kasus dugaan korupsi tersebut. Jika nantinya situasi sudah tidak terkendali, jaksa penuntut bisa mengusulkan untuk menyidangkan terdakwa di daerah lain. Misalnya, di PN Jakarta Pusat ataupun lainnya,” jelasnya.

Bila disetujui oleh Mahkamah Agung (MA), maka sidang lanjutan itu bisa dilaksanakan di luar daerah. “Memang belum pernah ada yang dipindah setelah sidang berjalan. Tapi kalaupun dipindah, itu melihat kondisinya, dan majelis hakimnya mungkin tetap sama,” katanya.

Baca Juga :  Jalan Kuta Kendit Rusak Parah

Achmad Guntur meyakini, kedatangan PNS untuk memberikan dukungan terhadap Rahudman Harahap, tidak sampai mengganggu jalan persidangan.

Kepala Bagian Dokumentasi Liputan dan Informasi Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyampaikan, ratusan personel kepolisian yang menjaga  gedung pengadilan, bertugas untuk melakukan pengamanan.

Pengamanan ini untuk menghindari benturan antara pendukung dan kontra Rahudman Harahap di dalam maupun luar pengadilan. Polisi tidak akan membiarkan adanya benturan tersebut. [155]

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

16 Komentar

  1. Berharap Hakim Tipikor PN Medan memvonis Rahudman Harahap dengan seberat-beratnya, selanjutnya jerat dia dengan UU Pencucian Uang dan miskinkan dgn menyita harta kekayaannya biar kapok pejabat2 koruptor yg membuat Tapsel tak maju-maju

  2. Maradona ini juga gadungan nama palsu, pengecut yg keblinger umbar opini emosi berwujud maki. Tak usah sibuk kasi selamat, udah basi.

  3. Ahmad Murnip Hutasuhut, memang mulutmu bagaikan tong sampah cuma nampung dan membuang kotoran, dibersihhkan juga cuma cuma bersih sesaat dan tetap kotor tapi diperlukan karena memang mulutmu cuma sekedar tempat sampah. Selamat atas status Tersangka anda !!

  4. si jack marpaung ini kan orangnya ngawur dan banci ataupun pengecut yang pakai nama eks penyanyi dan mungkin terlalu banyak nonton x factor indonesia dan mungkin sangat mengidolakan novita marpaung,, hahahaha… sai horas ma hita laee…

  5. Gadungan Jack Marpaung, omongmu kok marsamburetan? Kau bilang aq tua, kau sendiri apa muda rupanya? Ditantang pamer aslimu dan kemudaanmu biar diuji duel, terus terusan kau ngelak. Macam mana publik bisa ukur kebenaran bualmu? Tulisanmu putar-balik, ditulis si Regar bahwa Rahud duluan kasi salam tapi kau sebut aq yg duluan, apa matamu juling ya? Kecian deh membaca komentar tikus di dalam lubang, tak berani keluar takut kena terkam. Apa mau sampai mati kau begini terus? Membusuklah kau sampai mampus di samaranmu.

  6. Baguslah itu Regar… kalau Mornif ketemu Rahudman, Mornif memberi salam tapi itu etika yang dibuat-buat karena dibelakang Rahudman dia caci maki. Penjilat pasnya ! Mornif mulutmu harimau mu… soal sepele begini kau ketahuan belangnya… Mornif…. sudah tua renta tapi bicaranya hanya caci maki kotor. malu lah awak !

  7. He gadungan Jack Marpaung, kok pengecut samar nama? Tampillah biar semua orang Tapsel bisa ukur siapa bagaimana kau sebenarnya ! Orang tulis fakta umum, kau obral bual opini pribadimu sementara pribadimu lalat pun tak kenal. Tak perlu ngalor ngidul kecap amburadul. Jangan jadi pengecut selamanya, tampil buktikan apa siapa dah sampai gimana kau di Tapsel.

  8. yg kumaksud Mornif jadi Bunglon….. berita-berita yang dia posting dan komentarnya cenderung menyudutkan dan maki Ruhudman, sekarang dia balik arah isi dari komentarnya. Dia aneh kan ? kalian terlalu merasa pintar sehingga isi kepala kalian tinggal caci maki saja melihat suatu perbedaan. Bacalah dulu komentar dan tulisannya…. baru ngambil kesimpulan, siapa itu sebenarnya si Mornif itu. yang paling aktual berita tentang rahudman ngasih 100 juta agar gak ditahan, eh Mornif bilang …. kecil itu 5 menit cair Ruhudman tinggal telepon pengusaha ! apa gak bego itu Mornif ? kau sekolah gak ya, sehingga gak ngerti komentarnya Mornif itu ? bikin malu aja lu.

  9. mungkin si Jack Marpaung ini takut dan kalah ngeTOP sama si Mornif di Sidempuan, makanya dia ga berani pake nama asli….pengecut x kau Jack !

  10. Setahuku, dari dulu Sekda sampai kini Walkot si Rahud asal jumpa si Morniff tetap negur salam duluan. Tapi kalau si Jack Marpaung sih nama muncung hidung tampangnya tak pernah dikenal si Rahud. Dasar bebek di paret obsesi lihat bangau terbang di langit

  11. yg putar balik fakta siapa bung ? apa gak si Mornif itu ? baca dulu komentarnya hei …. hanya orang bodoh yg gak bisa pahami komentarnya si Mornif itu. bunglon betul dia menyikapi kasus Rahudman.

  12. Amri Siregar, si Mornif itu sudah pikun. Caba baca berita yg diposting tgl. 14 April 2013 dengan judul : JAMINAN Rp. 100 Jt WALIKOTA MEDAN TAK DITAHAN terus Mornif berkomentar : apalah arti Rp. 100 jt sama si Rahud ? sekali telepon sama pengusaha 5 menit cairlah itu. kemudian di berita lain dia menulis sebagai Pengamat Sosial Politik di Tapsel dia bilang : RAHUDMAN bangun dinasti untuk mencalonkan anaknya jadi Walkot PSP…. uangnya bermilyar-milyar !
    Nah bandingkan komentarnya dengan yang diatas ! Kontra kan ? ah tapi dia itu licik memutar balik kalimatnya sendiri dan terkesan kayak bunglon. heheheheheh…. dont angry old man ! please….

  13. Aneh juga melihat praktek penegakan hukum di negara ini, yg kesannya banyak diboncengi unsur dendam politik. Amri Tambunan, mantan Pemegang Kas Daerah Pemkab Tapsel dah mengaku di persidangan PN-Psp bahwa dia yg berinisiatif menggelapkan sendiri uang TPAPD, dan di persidangan dia kembalikan uang tsb ke majelis hakim. Amri Tambunan kini sedang menjalani hukuman penjara 4 thn di Laps Psp. Bukti hukum apa, dalil hukum apa yg mau dikaitkan ke keterlibatan Rahudman? Sandiwara hukum apa dipentaskan di PN Tipikor-MDN? Mari pantau bersama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*