Anggaran Coblos Ulang Madina Dipertanyakan

Anggaran pemungutan suara ulang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali dipertanyakan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Dalam pengalokasian anggaran untuk coblos ulang pilkada Madina, supaya anggaran yang dikucurkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), panitia pengawas pemilihan umum (panwas) dan pihak keamanan muncul dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011,” kata Riadoh Rangkuty, fraksi PKB, tadi sore.

Riadoh berharap agar badan anggaran DPRD Madina dapat merekomendasikan anggaran sebesar Rp15,5 miliar melalui rapat pripurna untuk pelaksanaan coblos ulang pilkada Madina.

Hal senada disampaikan Syamsul Anwar Lubis dari fraksi PKS.  Pemungutan suara ulang pilkada Madina harus dengan segera dilaksanakan untuk menjawab polemik yang terjadi di masyarakat Madina.

“Fraksi PKS belum melihat rincian pengalokasian pada buku induk anggaran APBD 2011 dan belum dijabarkan secara rinci terhadap pos penggunaan anggaran pelaksanaan pencoblosan ulang. Kita tidak mengetahui berapa besar anggaran yang diperuntukkan untuk KPU, Panwas, danpihak keamanan,” sebut Syamsul.

Syamsul melihat tidak adanya keseriusan Pemkab Madina untuk menjabarkan anggaran coblos ulang serta tidak mencantumkan besaran anggaran yang diperlukan dalam coblos ulang pilkada Madina.

“Untuk itu, fraksi PKS merekomendasikan agar badan anggaran DPRD dapat membahas rasionalisasi besaran anggaran belanja hibah untuk coblos ulang. Kita juga berharap agar anggaran ini dapat dirinci dalam buku induk APBD 2011,” tegasnya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Produk China Diminati Warga Padangsidimpuan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*