Anggota DPR Main Pukul – Kisah Pujio Dianiaya Hingga Ditolong Marinir di Pinggir Jalan Kwitang

boxer monkey 01 Anggota DPR Main Pukul Kisah Pujio Dianiaya Hingga Ditolong Marinir di Pinggir Jalan KwitangPujio Niponsori tidak menyangka, kariernya sebagai sopir hanya bertahan 3 bulan. Kini Pujio menganggur, setelah dipecat majikannya, anggota Komisi IX DPR M Nasir dari Fraksi Demokrat. Ayah 3 anak ini mengaku sempat dianiaya hingga babak belur karena dituding mencuri uang Rp 50 juta.

“Saya dibuang di pinggir jalan di Kwitang (Jakarta Pusat) pada Jumat 17 September pukul 11 malam, dekat sebuah perusahaan travel. Di sana saya ditolong Marinir, kebetulan memang dekat pos Marinir,” jelas Pujio saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2010).

Pujio bertutur, pada Jumat pagi, seperti biasa dia menjemput M Nasir di apartemennya di Casablanca. Nasir yang keluarganya tinggal di Pekanbaru, Riau, ini pergi bersama dua rekannya.

“Mereka membawa tas, kemudian turun di kantornya di Tower Permai, Mampang,” jelas Pujio.

Sebelum salat Jumat, Pujio meminta izin untuk beli bensin. Nah kebetulan, tas yang dibawa Nasir ditinggal di mobil Toyota Alphard. Hingga kemudian, setelah salat Jumat, Nasir dan rekannya pergi ke bank dengan menggunakan mobil lain, tas yang di mobil Alphard pun dibawa.

“Tetapi setelah itu, saya dipanggil ke kantor dan ditanya soal uang Rp 50 juta. Saya dituduh mencuri. Saya sampai bersumpah Demi Allah tidak mengambil uang, tetapi Pak Nasir tidak percaya. Saya lalu ditampar dan dipukul,” jelasnya.

Setelah diinterogasi, Pujio sempat diminta keluar. Dia pun diam di pos satpa. Di situ dia bertemu petugas Polsek Pancoran bernama Suwondo yang ternyata hendak dipanggil Nasir, tapi tidak kunjung ditemui.

Baca Juga :  Lima Karung Tengkorak Manusia Ditemukan

“Melihat muka saya lebam, Pak Suwondo mengajak saya ke Polsek dan menyuruh membuat laporan. Saya sempat meminta izin ke Pak Dede kepala sekuriti (perusahaan milik Nasir), tetapi tidak diberikan. Tapi saya tetap ikut Pak Suwondo untuk membuat laporan,” jelasnya.

Di Polsek Pancoran dia memberi keterangan tentang pemukulan karena dituduh mengambil uang Rp 50 juta. “Saat membuat laporan, Pak Dede ke Polsek Pancoran dan meminta saya membatalkan laporan, karena Pak Nasir mau damai,” jelasnya.

Entah bagaimana, bukan damai yang diperoleh, dia malah dibawa dengan mobil Toyota Kijang Innova dengan diapit pria kekar. Di dalam mobil dia diancam agar mengaku mengambil uang.

“Saya bilang kalau mau mengambil uang kenapa enggak semuanya dan sama mobilnya. Kenapa cuma Rp 50 juta? Saya kemudian dipukul di dagu dan diancam mau dipotong di lutut,” terangnya.

Setelah diinterogasi dan dianiaya di dalam mobil tidak mengaku juga, Pujio akhirnya dibuang di pinggir jalan di Kwitang. “Di sana dekat Pos Marinir, untungnya petugas Marinir baik hati dan membawa saya ke pos. Kemudian datang petugas Polsek Senen,” tuturnya.

Dengan kebaikan hati petugas Polsek Senen dan Marinir, Pujio diantar malam itu juga ke Polda Metro Jaya. “Saya membuat laporan, kemudian oleh petugas Polda Metro saya divisum di RSCM. Saya kemudian diberi uang dan pulang ke rumah di Kampung Rambutan,” tutup Pujio.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Kembali Naik

Sementara anggota Komisi IX DPR M Nasir menyangkal keterangan Pujio. Politisi Demokrat ini bahkan mengaku tidak mempunyai sopir bernama Pujio.

“Demi Allah saya tidak memukul. Saya juga tidak punya sopir namanya Pujio,” kata Nasir saat dihubungi detikcom.

Nasir menjelaskan, laporan Pujio ke Komnas HAM salah alamat. “Itu salah orang, tolong dicek. Jangan melibatkan saya, saya punya keluarga. Demi Allah saya tidak memukul,” tegasnya.

Sedangkan Ketua FPD DPR Jafar Hafsah meminta Nasir menjelaskan kepada Komnas HAM jika dipanggil untuk menjelaskan hal itu.

SUmber: http://detiknews.com/read/2010/09/23/151607/1446739/10/kisah-pujio-dianiaya-hingga-ditolong-marinir-di-pinggir-jalan-kwitang?992204topnews

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*