Anggota DPRD Padang Lawas Utara Berkelahi dengan PNS

Bibir Berdarah Ngadu ke Polisi
PALUTA-METRO; Setelah sempat adu mulut beberapa saat, Suparlin Sahwadin Dalimunthe (29) anggota DPRD Padang Lawas Utara akhirnya berkelahi dengan seorang staff bendahara yang bertugas di Pemkab Padang Lawas Utara berinisial RM. Perkelahian itu menyebabkan Suparlin mengalami pendarahan di area bibir. Politisi asal Partai Demokrat ini pun membuat pengaduan ke pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini dari Suparlin dan beberapa sumber lain, peristiwa perkelahian terjadi di Jalinsum Padangsidimpuan-Gunung Tua tepatnya di Desa Pamuttaran, Kecamatan Padang Bolak, Kamis (15/10) sekira pukul 10.30 WIB. Suparlin ketika itu baru meluncur dari Desa Siholbung mengendarai mobilnya Toyota Fortuner BK 34 HK dan bermaksud hendak ngantor di Gunung Tua.

Saat sedang asyik menyetir, rupanya satu unit sepedamotor Yamaha Jupiter MX mengekor dari belakang dan nyaris menyerempet mobil yang dikemudikan Suparlin. Mengetahui hal itu anggota Dewan ini menaruh curiga, tapi dia tetap mengemudikan mobilnya.

Namun setiba di Desa Pamuntaran yang dekat dengan pemukiman warga, Suparlin membuka kaca samping mobilnya dengan maksud mengetahui sosok pengemudi sepedamotor. Dan dengan tiba-tiba Suparlin menghentikan mobilnya sehingga menyebabkan pengemudi sepedamotor yang berseragam PNS itu mengerem mendadak dan nyaris menyeruduk mobil Toyota Fortuner Suparlin.

Setelah itu pengemudi sepedamotor yang diketahui berinisial RM mendatangi Suparlin. Keduanya kemudian adu mulut.

“Kamu pegawai mana?” kata Suparlin yang dijawab RM, “Saya pegawai kantor Bupati Padang Lawas Utara. Memangnya kenapa! Saya tidak perduli walaupun kau anggota DPRD.”

Setelah adu mulut terjadi beberapa saat, RM pun melayangkan pukulan ke arah wajah Suparlin dan tepat mengenai bibir bagian kiri. Langsung darah segar mengucur dari bibir Suparlin.

Tapi Suparlin tak tinggal diam, wakil rakyat ini pun membalas dengan melancarkan pukulan. Namun saat perkelahian sedang berlangsung, tiba-tiba Ir Tua Rohot Siregar yang juga anggota DPRD Paluta melintas dari tempat kejadian. Langsung politisi Partai Golkar ini merelai perkelahian.

“Saat itu saya mau ke Gunung Tua. Tiba-tiba di tengah jalan saya melihat Suparlin sedang bertengkar dengan RM. Saya langsung melerai. Terlihat bibir Suparlin mengeluarkan darah. Namun ketika perkelahian terjadi saya sempat mendengar bahwa RM dengan lantang mengatakan bahwa dia tak perduli dengan anggota DPRD,” kata Rohot Siregar.

Setelah perkelahian berhasil direlai, Suparlin ditemani rekannya Ishak Harahap yang juga politisi asal Partai Demokrat mengadukan RM oknum staf Keuangan Pemkab Paluta ke Polsek Padang Bolak dengan Nomor Pol: STPL/333/X2009/Tps. Bolak.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi DAK Padangsidimpuan TA 2009 - Kejari Masih Tunggu Dakwaan dari Kejatisu

Ketika wartawan koran ini hendak mengonfirmasi RM di kantor Bupati Paluta, RM yang diketahui masih berkerabat dekat dengan Bupati Paluta ini tak bersedia memberikan keterangan. “Madung madai (Sudah lah itu),” kata RM sembari berhambus.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Paluta, Drs H Panusunan Siregar saat dimintai tanggapannnya mengatakan, perkelahian terjadi dengan spontanitas. “Sedang diupayakan perdamaian secara kekeluargaan,” kata Panusunan.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Pranyoto Harahap SIk yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Padang Bolak AKP Maju Siregar SH membenarkan pengaduan Suparlin. Sejauh ini aduan wakil rakyat itu masih diproses. (thg)

pelakunya Oknum Staf Kabag Keuangan Pemkab – “Ditoyor” Anggota DPRD Paluta Bonyok

sumber : www.harian-global.com

Nasib apes menimpa Suparlin Sahwadin Dalimunthe (29), salah seorang anggota DPRD Padanglawas Utara dari Partai Demokrat, mendapat perlakuan penganiayaan (pemukulan) tepat di sudut kiri bibirnya, sehingga korban mengakibatkan luka lecet. Ironisnya penganiayaan itu dilakoni seorang oknum staf Bendahara Pemkab Padanglawas Utara, berinisial RM.

Informasi yang dihimpun Global menyebutkan, peristiwa pemukulan itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Padangsidimpuan-Gunung Tua, Desa Pamuttaran, Kecamatan Padangbolak, Kamis (15/10) lalu. Saat itu korban (Suparlin, red) sekitar pukul 10.30 WIIB hendak ke Gunung Tua untuk berkantor di DPRD Paluta dengan mengendarai mobil Fortuner BK 34 HK. Sementara peristiwa penganiayaan itu berawal sejak dari Desa Siholbung. Sepedamotor jenis Yamaha Jupiter MX yang dikendarai RM membuntutinya dari belakang dan hampir menyerempetnya. Lantas dia pun menaruh curiga terhadap kendaraan itu.

Sebelum tiba di Desa Pamuntaran yang dekat permukiman warga, korban memberanikan diri membuka kaca jendela mobilnya untuk mengetahui maksud tujuan pengendera sepedamotor tadi sembari korban meminggirkan mobilnya.

Namun, tiba-tiba pengemudi sepedamotor itu mendatangi korban. ?du mulut?pun sempat terdengar dari keduanya. Korban dilaporkan sempat menanyakan status pengendara sepedamotor itu. ?amu pegawai mana??Namun dijawab seolah tak mau kalah. ?aya pegawai kantor Bupati Padanglawas Utara. Memangnya kenapa??

Karena dijelaskan posisi korban merupakan anggota DPRD Paluta, nyali pelaku bukannya makin ciut. ?aya tak peduli walaupun kau anggota DPRD.?

Akibatnya bak petarung tinju, sebuah pukulan ?endarat?di wajah korban persis di sudut bibir kirinya. Akibat perlakuannya korban dilaporkan sempat mengeluarkan darah segar.

Sementara itu, Ir Tua Rohot Siregar anggota DPRD Paluta dari Partai Golkar menuturkan dirinya sempat menyaksikan kedua korban beradu argumen di pinggir jalan. Saat itu dirinya sempat mendekati keduanya untuk mendamaikan. ?aya mau ke Gunung Tua, tiba-tiba ditengah jalan saya melihat Suparlin sedang bertengkar dengan dia (RM). Suparlin mengeluarkan darah segar dari bibirnya, akibat pukulan itu.

Selanjutnya saya merelai keduanya. Memang waktu itu, saya mendengar ucapannya yang mengatakan dirinya tak peduli walaupun anggota DPRD,?tutur Rohot.

Akibat penganiayaan oknum staf Bagian Keuangan Pemkab Paluta itu, akhirnya korban (Suparlin, red) ditemani Ishak Harahap dari Partai Demokrat mengadu ke Polsek Padang Bolak sesuai Nomor LP: STPL/333/X2009/Tps. Bolak, tanggal 15 Oktober 2009.

Oknum RM yang dihubungi Global terkait penganiayaan itu enggan berkomentar. Namun beredar kabar, oknum RM disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan Keluarga Bupati Padanglawas Utara Drs Bachrum Harahap. ?adung Madai (sudahlah itu, red)?katanya.

Di tempat terpisah Drs H Panusunan Siregar, Sekda Kabupaten Paluta saat dimintai tanggapannnya tentang perilaku oknum PNS di lingkungan Pemkab Paluta mengaku prihatin. Pihaknya akan berupaya mendamaikan keduanya secara kekeluargaan. ?ika untuk memberi sanksi kepada pelaku, hal itu masih terlalu jauh,?katanya.

AKP Maju Siregar SH, Kapolsek Padangbolak membenarkan korban sudah melaporkan kejadian pemukulan terhadap dirinya itu ke Polsek Padangbolak. Kini, kata Maju Siregar, pihaknya sedang memproses pengaduan itu.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

5 Komentar

  1. kalau du runut dari awal kejadian..sebenarnya menurut saya bp suparlin (anggota DPR) tidak salah…wajar dong dia curiga ada sepeda motor yang menguntit bahkan hampir menyerempet mobilnya…justru si RM itulah yang memang sok jago di tanya baik-baik malah marah-marah,menteng-mentang masih kerabat bupati seenaknya saja memukul orang….dan coment yang sebelumnya jangan asal mengatakan goblok sama orang….kalau posisi anda seperti bp.parlin anda pasti juga melakukan hal yang sama…soal main puku-pukulan tersebut wajar dong kalau di pukul orang kita membalas masa diam aja kayak kambing congek….

  2. Goooooobbbloooook anggota dpr main jotos mentang mentang anggota dewan berhentikan saja tidak cocok jadi panutan masyarakat orang yang begituan

  3. bapak-bapak wakil rakyat yang saya hormati,,dmn rasa malunya??malu sama putra-putri anda…
    mari bersatu majukan daerah kita,hidup putra paluta!!!
    by ; putara paluta
    mahasiswa yk

  4. ko’ wakil rakyat ma petugas penelenggaraan pemerintahan berkelahi,,,, bagaimana dengan arah pemerintahan ke depannya,,,,
    sebaiknya yang diutus dalam pemerintahan kan harus menjadi contoh teladan bagi masyarakat,,,,,,… marilah kita sadar masyarakat maupun pemerintah daerah PALUTA,,,,,

    by:”Ali Sahbani Harahap”
    Mahasiswa STKIP TAPSEL
    “Padangsidimpuan”
    Putra PALUTA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*