Daga Fuang….! Anggota DPRD Paluta Tak Bisa Pecahkan Masalah…?

Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (Gema Paluta) menilai anggota DPRD Paluta tidak bisa memecahkan masalah. Pasalnya, banyak masalah di tubuh DPRD dan Pemkab Paluta tidak ada kejelasan hingga saat ini. Misalnya, persoalan APBD tahun 2010.

Penilaian ini disampaikan Ketua Gema Paluta, Gusti Putra Hajoran, kepada METRO, Selasa (31/8). Menurutnya, kualitas anggota dewan dalam memecah persoalan perlu dipertanyakan. Sebab, banyak kasus yang sudah terkuak justru malah terpendam.

“Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan seperti tidak ada. Persoalan yang ada di internal DPRD, yaitu persetujuan APBD kepada Bupati sudah tidak ada kejelasan, dan pengaduan dewan ke Badan Kehormatan juga mengambang,”sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, kinerja DPRD Paluta terkait dengan fungsi anggaran masih sangat lemah. “Tidak adanya pokok-pokok pikiran memicu munculnya realita setiap pembahasan APBD, yang terjadi adalah terkesan tawar-menawar antara ekskutif dan legislatif, dan terkesan tidak menyentuh substansi yang lebih strategis karena pokok-pokok pikiran DPRD belum terkomunikasikan sebelumnya. DPRD hanya terjebak pada ruang pembicaraan atau pembahasan mengenai setuju atau tidak setuju saja terhadap usulan eksekutif,” ungkapnya.

Yang lebih parah, sambung Gusti, pemerintah dan DPRD hanya berlomba-lomba membuat regulasi untuk peningkatan PAD, tetapi tak kunjung berhasil meningkatkannya. Sehingga, konsep pengawasan tidak terlaksana, malah jika terkuak suatu kasus diduga akan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi

“Peran DPRD Paluta sebagai lembaga legislasi harus membuka peluang untuk masyarakat yang ingin mengajukan usulan maupun rencana. Selain itu, setiap masalah harus diselesaikan dan hasil penyelesaiannya diumumkan kepada publik,” pungkasnya.

Baca Juga :  POLISI : Putri Bahasjim (mantan pejabat Ditjen Pajak) yang Masih Kuliah Punya Rekening Rp 19 M

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Anggota_DPRD_Dinilai_Tak_Bisa_Pecahkan_Masalah

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*