Anggota DPRD Tapsel Mahmud S.Ag: Jangan Hanya karena Uang Daerah Tergadai

P.Sidimpuan, (Analisa)

Anggota DPRD Tapsel H. Mahmud Lubis S.Ag mengatakan, jangan hanya karena uang yang tidak seberapa masa depan daerah tergadaikan.

“Memilih atas dasar uang sama saja menggadaikan masa depan daerah kepada pemimpin yang dzolim,” ujar Mahmud dalam acara pelantikan Tim Sukses Syahrul Pasaribu –Aldinz Rapolo Siregar (Sarasi) tingkat kecamatan, Desa dan Rayon di Desa Jonggol Jae Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat(26/3).

Dikatakan, jabatan bukan barang rampasan (ghanimah) yang bisa didagangkan begitu saja, namun sebuah amanah yang harus dipertanggung jawabkan baik kepada masyarakat maupun dihadapan Tuhan nantinya.

“Bila ada calon bupati yang mengandalkan kekuatan uang untuk mendapatkan simpatik, itu perbuatan yang tidak terpuji dan masyarakat yang memihaknya sama saja orang yang tidak mencintai daerahnya,” tuturnya.

Dijelaskan, keputusan PPP dalam menetapkan pasangan Syahrul Pasaribu- Aldinz Rapolo sebagai calon usungan, bukan dilakukan begitu saja namun dilalui atas berbagai uji coba dan pertimbangan-pertimbangan.

Dalam mekanisme dan tahapan seleksi yang dilakukan PPP akhirnya memutuskan mencalonkan Sarasi pada Pilkada Tapsel karena dinilai lebih kapabel dari calon lainnya.

Kapabel dalam artian pasangan Sarasi merupakan dua figur yang telah berpengalaman dalam organisasi, legislatif dan pemerintahan sehingga perpaduan ini sangat pas dalam upaya mengejar ketertinggalan Tapsel kearah yang lebih baik. “Kita melihat pasangan ini, sangat Serasi dan cukup layak memimpin Tapsel dibanding pasangan calon lainnya,” katanya.

Baca Juga :  PN Panyabungan Gelar Sidang Penghinaan Wartawan

Selain, kemampuan dan pengalaman memimpin Syahrul Pasaribu juga berasal dari keluarga yang sukses dalam meniti karir sehingga kekhawatiran ikut campur keluarga dalam pemerintahan dapat dihindari.

“Saya menjamin, jika Syahrul menjadi bupati tidak akan ada saudaranya yang turut campur mengatur-atur urusan pemerintahan dan proyek di Tapsel,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Mahmud juga menegaskan jika Sarasi tidak akan melakukan jual beli suara pada Pilkada mendatang, karena perbuatan itu tidak sesuai dengan semangat reformasi dan bertentangan dengan ajaran agama.

Mahmud menilai, alasan kenapa masyarakat pemilih bisa dibayar lebih condong diakibatkan karena belum tertanamnya kecintaan dan idiologi kepada para pasangan calon bupati .

“Bila sudah tertancap idologi atau kecintaan masyarakat kepada salah satu pasangan calon, yakinlah seberapa banyakpun uang yang diberikan ia tidak akan berpaling,” tuturnya.

Diharapkannya, masyarakat Kecamatan Arse dapat bersatu padu dengan tetap komit memilih Sarasi dengan nomor urut 4 pada Pilkada Mei 2010 mendatang.

“Mari bersatu padu mendukung Putra Asli Daerah demi kejayaan Tapanuli Selatan,” ujarnya yang disambut ucapan hidup Sarasi secara serentak oleh para TS dan simpatisan yang hadir.

Hadir dalam acara itu, Pasangan Syahrul Pasaribu dan Aldinz Rapolo, Mantan Bupati Tapteng H.Panusunan Pasaribu, Ketua DPRD Tapsel H.Rahmat Nasution, Anggota DPRD Tapsel Iwan Maksum,Situmorang serta tokoh masyarakat, agama, adat serta ratusan masyarakat setempat. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pengalihan Angkutan Umum ke Terminal Hutaimbaru Terkendala Izin AKDP

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*