Anggota Komisi III DPRD Tapsel Ali Imran Hasibuan : KPK Bakal Turun Memeriksa Dugaan Proyek Fiktif Miliaran Rupiah di Tapsel

Anggota Komisi III DPRD Tapsel, Ali Imran Hasibuan, di ruang kerja Fraksi Nasional, Selasa (20/7), mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat akan turun untuk memeriksa pengerjaan hotmix sepanjang 1,3 kilometer TA 2009 yang menghubungkan Desa Sijungkit –Hurase di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapsel dengan biaya Rp 1.450.000.000 yang diduga fiktif.

Dikatakan, KPK berjanji akan turun setelah pihaknya mendatangi Kantor KPK sekaligus menyerahkan berkas/data-data tentang adanya dugaan proyek fiktif di Tapsel, baru-baru ini.“KPK akan turun ke Tapsel setelah berkas selesai dilengkapi, sesuai petunjuk KPK,”ujar Imran, politisi dari PAN itu.

Lebih lanjut Imran mengatakan proyek hotmix 1,3 Km dengan biaya Rp 1.450.000.000,- diduga fiktif ketika Tim Pansus DPRD Tapsel diantaranya Ali Imran, Drs H.Asgul Idihan Dalimunthe M.Si (Golkar), Arfan dan Arman Lubis didampingi pihak Dinas PUD Tapsel melakukan peninjauan lapangan dalam rangka LKPj (Laporan Keuangan Pertanggungjawaban) Bupati Tapsel Ongku P Hasibuan tahun 2009, tak menemukan adanya hotmix di ruas jalan yang menghubungkan Desa Sijungkit – Hurase, sesuai yang tertera di APBD TA 2009. “Tidak ada bekas hotmix di ruas jalan sepanjang 1,3 Km itu, yang ada hanya onderlag yang kondisinya dipenuhi lubang-lubang (bangunan lama),”ujarnya.

Dikatakan, kalaupun proyek tersebut dialihkan ke lokasi lain, kenapa sejak penawaran, berita acara proyek masih mencantumkan daerah Sijungkit-Hurase Kecamatan Batang Angkola, dan kalaulah proyek itu dialihkan ke lokasi lain, semestinya harus ada persetujuan DPRD Tapsel sebab anggaran awal telah di Perda-kan.

Baca Juga :  Yayasan Burangir Minta Perda Perlindungan Anak Disahkan

Ironisnya, kata Imron, dalam LKPj Bupati Tapsel Tahun 2009 yang ditandatangani Ir Ongku P Hasibuan toh juga tercatat proyek tersebut di Desa Sijungkit-Hurase, Kecamatan Batang Angkola. “Jelas LKPj Bupati Tapsel 2009 diduga bohong berdasarkan laporan tersebut,” ujar Ali Imran seraya mengatakan secara birokrasi proyek tersebut disebut-sebut sudah selesai 100 persen. Namun, praktek dilapangan berdasarkan lokasi yang tertera di APBD Sijungkit-Hurase sama sekali tidak ada tanda hotmix, yang ada hanya onderlag itupun bangunan lama.

Sumber: http://hariansib.com/?p=131616

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*