Angka Pengangguran Di Sidimpuan Mengawatirkan

PADANG SIDIMPUAN – Dinas Sosial Tenaga Kerja kota Padang Sidimpuan kewalahan berikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan tidak adanya dana atau anggaran untuk program tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja kota Padang Sidimpuan, Ali Ibrahim kepada M24.CO Selasa( 27/09) mengatakan, angkatan kerja di kota Padang Sidimpuan setiap tahunnya terus bertambah. Sementara lowongan pekerjaan tidak tersedia.

Untuk mengatasi tingginya angka pengangguran, Dinas Sosial Dan tenaga Kerja (Dinsosnaker) yang diharapkan menjadi ujung tombak guna menciptakan angkatan kerja terampil dengan membuat program pelatihan. Namun, hal itu belum maksimal dilakukan karena keterbatasan anggaran.

“Padahal lulusan sekolah tersebut merupakan angkatan kerja produktif dan apabila tidak mendapat penanganan atau perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan hal tersebut dikhawatirkan bisa menimbulkan permasalahan sosial kemasyarakatan di daerah Padang Sidimpuan,” jelasnya.

Penyebab pengangguran angkatan kerja produktif, tambahnya, diduga disebabkan kurangnya skill individu atau belum memiliki keahlian serta keterampilan untuk memasuki lapangan pekerjaan.

“Bayangkan saja, apabila dirata-ratakan setiap tahunnya lulusan SMA (SMA, MA, SMK) dan SMP negeri dan swasta sederajat 3 ribu orang maka setiap tahunnya akan ada sebanyak 6 ribu orang angkatan kerja. Katakanlah dua pertiga diantaranya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan pergi merantau maka akan ada 2 ribu orang angkatan kerja yang siap memasuki lapangan kerja belum lagi lulusan perguran tinggi ( Diploma III dan S 1) yang ditaksir sekira 3 ribu orang setiap tahunnya,” tegasnya.

Baca Juga :  RVP: City dan Chelsea Bermulut Besar!

Hanya saja dia meminta supaya instansinya tidak disalahkan atas semakin banyaknya pengangguran di kota Padangsidimpuan. Karena persoalan pengangguran cukup komplek dan itu tanggungjawab seluruh stake holder (pemangku kepentingan) dan bukan hanya dibebakan kepada pihaknya semata, harapnya.-(sabar)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*