Angka Pengangguran Sidimpuan meningkat

PADANGSIDIMPUAN – Persentase angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, cukup memprihatinkan. Hal ini berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, jumlah pengangguran sebanyak 8.250 orang dari total jumlah penduduk 191. 531 jiwa.

Kepala BPS Padangsidimpuan, melalui Staf Seksi Statistik, Daniel Bastian Lubis, menjelaskan jika dibandingkan pada 2009, persentase angka kemiskinan hanya mencapai 9,77 persen. Namun pada 2010 melonjak hingga 10,53 persen. Meningkatnya angka kemiskinan itu disebabkan, harga jual sejumlah bahan pokok melonjak naik.

Menurutnya,  Padangsidimpuan, dalam kategori kota berpenduduk miskin. Setiap bulan penghasilan warga dibawah Rp250 ribu atau 10 persen dari jumlah penduduk saat ini. Dengan angka itu, jika dirata-ratakan, makan setiap penduduk hanya berpenghasilan Rp8.000 setiap hari.

Sedangkan kategori penduduk hampir miskin mempunyai penghasilan dibawah Rp300 ribu. “Jadi  jumlah pengangguran dapat dikurangi apabila pemerintah bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dan merubah pola pikir masyarakat miskin saat ini,” kata Daniel, tadi malam.

Dia menjelaskan, pengangguran tersebut dari lulusan SMA/SMK sebanyak 5.120 jiwa, disusul lulusan SMP 1.298 jiwa. Kemudian lulusan Diploma I, II dan III serta Sarjana (S-1) 1.042 jiwa. Sementara pengangguran dari lulusan SD 614 orang, dan tak bersekolah 176 jiwa.

Menyikapi hal ini, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padangsidimpuan, Khoirudin Nasution, menyayangkan pemerintah belum berhasil menekan angka kemiskinan. “Tidak ada alasan harga barang naik apabila pendapatan perkapita masyarakat sudah memadahi,” ujarnya.

Baca Juga :  Delapan Titik Longsor Di Mandailing Natal Tutup Akses Jalan

Seharusnya, kata dia, pemerintah memulai standar kemiskinan tersebut dengan jumlah pendapatan yang lebih tinggi dari Rp8.000 setiap hari. Harusnya, warga Sidimpuan mempunyai pendatapan Rp25 riu setiap hari, mengingat kebutuhan yang semakin bertambah.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*