Angka Pernikahan di Sipirok Meningkat

Sabtu, 09 Januari 2010- www.metrosiantar.com

SIPIROK-METRO; Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan SipirokKabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Drs Jindar Tamimi mengatakan angka pernikahan tahun 2009 lalu mengalami peningkatan yakni 112 pernikahan.

Kepada METRO, Kamis (7/1) Jindar menerangkan, dari 354 perkawinan menjadi 466 perkawinan secara pasti tidak diketahui penyebabnya karena setiap tahun selalu terjadi pasang surut.

“Biasanya angka pernikahan paling banyak pada habis musim panen besar biasanya pada bulan Juli-Agustus serta lebaran dan hari raya Haji. Namun kali ini tidak menjadi ukuran lagi,” katanya.

Dia menambahkan, perbandingan angka perkawinan tahun 2008 ke tahun 2009 dirincaikan setiap bulan yakni Januari 52 pernikahan menjadi 50 pernikahan, Februari 28 menjadi 276, Maret 15 menjadi 39, April dari 30 menjadi 26, Mei dari 28 menjadi 14, Juni dari 27 menjadi 30, Juli dari 30 menjadi 98, Agustus dari 31 menjadi 17, September dari 9 menjadi 35, Oktober dari 50 menjadi 48, November dari 24 menjadi 21 dan Desember dari 30 menjadi 42 pernikahan. (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. Kenapa bisa bgt?,menurut hemat saya orang Sipirok masih memegang teradisi bahwa perkawinan di Sipirok biasa dilaksanakan setelah habis panen atau manyabi,harana waktu i adong dope dahanon bahat,hepeng pe adong,halak pe angka koum2 biasona habis manyabi inda pola bahat karejo,harana madung sidung sude karejo disaba.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*