Angkutan Odong-odong Masih Idola Warga Palas

Masih Digandrungi Angkutan odong-odong masih digandrungi warga di Palas. Terbukti, munculnya persaingan dalam usaha ini dan animo warga di daerah ini juga masih cukup tinggi untuk menikmati sarana hiburan dalam Kota Sibuhuan. (medan bisnis/maulana syafii)

Palas. Angkutan Odong-odong yang unik, ternyata masih menjadi idola dan digandrungi warga di Kabupaten Padang Lawas (Palas), mulai anak-anak hingga orang dewasa, sebagai angkutan hiburan berkeliling dalam Kota Sibuhuan hingga ke tempat-tempat objek wisata yang ada di daerah itu.
Mobil yang sudah dimodifikasi dengan rangkaian gerbong itu, dilengkapi dengan tempat duduk yang dapat menampung puluhan penumpang. Dipadu dengan cat warna warni yang unik dan menarik, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi warga.

“Selain unik dan menarik, odong-odong cukup dikenal warga di sini dan selalu ditunggu kedatangannya. Sebagai hiburan tersendiri bagi warga untuk menikmati suasana sore dan malam hari sambil berkeliling di Kota Sibuhuan,” kata seorang ibu rumah tangga, Boru Hasibuan kepada MedanBisnis, Jumat (31/7).

Ibu rumah tangga ini mengaku, hampir setiap sore harinya ia menunggu kedatangan odong-odong di pinggir jalan depan rumahnya, untuk menemani anaknya naik angkutan odong-odong.

“Tarifnya sebesar Rp 5.000 per orang. Lumayan lama waktunya berkeliling Kota Sibuhuan. Saya dan anak saya terhibur dengan odong-odong ini,” kata Boru Hasibuan.

Seorang pengusaha angkutan odong-odong, Rahmat Nasution menyebutkan, sejak sebelum lebaran sampai sekarang ini hasil pendapatan dari usaha odong-odongnya cukup lumayan.

Baca Juga :  Didemo Mahasiswa, DPRD Palas Tak Ngantor

“Tidak hanya kalangan anak-anak, orang dewasa juga banyak yang gemari odong-odong, sebagai sarana hiburan berkeliling Kota Sibuhuan,” katanya.

Dia menambahkan, ongkosnya sebesar Rp 5.000 per orang, mereka dapat melihat-lihat suasana Kota Sibuhuan dan menikmati perjalanan berkeliling selama kurang lebih dua jam diatas angkutan bersama kalangan anak-anak.

Menurut Rahmat, pendapatan dari hasil usaha odong-odongnya ini, menurun dari tahun sebelumnya. Biasanya, baik menjelang lebaran maupun setelah lebaran, banyak penumpang yang sabar mengantri dan menunggu giliran.

“Tahun lalu, hampir setiap lingkungan di kelurahan Pasar Sibuhuan yang kita kelilingi, tetap ada warga yang menunggu untuk antirian menikmati odong-odong. Tetapi belakangan ini, jumlah penumpang jauh berkurang, mungkin karena faktor pendapatan ekonomi masyarakat jauh berkurang dari tahun sebelumnya,” katanya.

Selain itu, katanya lagi, berkurangnya pendapatan dari usaha odong-odong ini, karena pada tahun ini sudah muncul usahawan odong-odong lainnya yang beroperasi di Kota Sibubuan, tentu pendapatan juga terimbas.

“Tergantung pelayanan dan service kepada penumpang agar tidak bosan. Dengan berbagai cara agar menarik perhatian kita lakukan, asal angkutan lokal ini dapat terus dilestarikan sebagai sarana wisata lokal, bertujuan untuk menghibur warga setempat dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau,” katanya.


MedanBisnis -(maulana syafii)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalan di Huta Bargot MADINA butuh perbaikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*