Angkutan Umum di Sidimpuan Aksi Mogok

P. Sidimpuan, (Analisa)

Analisa/hairul iman hasibuan. Sejumlah supir angkutan lin 01 memaksa turun para penumpang angkutan 01 yang ngotot beroperasi. Akibat aksi ini, puluhan penumpang terlantar disepanjang jalan Merdeka Kota P. Sidimpuan, Kamis (27/1).

Puluhan angkutan umum Lin 01 jurusan Sadabuan-Pusat pasar menggelar aksi mogok dengan memarkirkan kenderaannya disepanjang jalan Merdeka Kota Padangsidimpuan, Kamis (27/1). Akibatnya ratusan penumpang terlantar.

Selain itu, mereka juga melakukan sweeping dan menurunkan paksa penumpang yang berada dalam taksi luar kota dan angkutan lain yang menuju pusat kota.

Informasi dihimpun Analisa, aksi mogok dan sweeping ini mereka lakukan akibat para pengusaha taksi antar kota atau kabupaten tidak menggubris keluhan yang disampaikan Lin 01.

Padahal sebelumnya, pengurus dan ketua Lin 01 sudah menyurati dan membicarakan masalah penumpang tujuan pusat pasar dari Sadabuan terhadap Pemko dan pengusaha taksi setempat.

”Kami sudah menyampaikan keluhan, agar penumpang tujuan pusat pasar sekitarnya, diturunkan di terminal Sadabuan, demikian juga terhadap angkutan trayek lain agar tidak mengambil penumpang ketika melintasi jalur Lin 01, tapi tidak digubris, ” ujar salah sorang supir angkot 01 Ali Bonar Siregar.

Diharapkan, Pemko Sidimpuan melalui instansi terkait dapat segera melakukan penertiban terhadap angkutan kota yang melanggar trayek, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hal senada juga diungkapkan supir angkot Lin 01, Asrul Siregar yang mendesak Dinas Perhubungan dan Organda untuk secepatnya menyahuti keluhan mereka tersebut.

”Kami minta Dishub dan Organda segera bertindak. Jika kondisi ini seperti ini terus menerus, bagaimana kebutuhan keluarga dapat kami tutupi,” katanya.

Baca Juga :  HMI: Panwaslu Madina Harus Malu

Kepala Dinas Perhubungan Kota P.Sidimpuan, H. Syahrizal Siregar MH mengatakan, pihaknya akan segera menertibkan angkutan umum yang melanggar trayek.

Demikian juga taksi luar kota atau kabupaten yang tidak menurukan penumpang tujuan pasar sekitarnya. ”Trayek tumpang tindih yang disampaikan oleh trayek 01, dalam waktu dekat akan ditertibkan, demikian halnya dengan penumpang tujuan pusat pasar dari luar kota, wajib diturunkan di termial Sadabuan”, katanya.

Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota P. Sidimpuan H. Khoiruddin Nasution menilai, aksi mogok yang dilakukan para supir link 01 ini merupakan hal yang wajar dan harus dicermati serius.

“Aksi ini, merupakan salah satu bukti nyata adanya ketidak beresan pengelolahan perhubungan di kota ini. Jika tidak segera ditertibkan maka akan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan, “terangnya.

Koir mengatakan, Pemko P. Sidimpuan melalui Dishub harus segera menertibkan trayek yang tumpang tindih dan mengoptimalkan penggunaan terminal. “Jangan anggap remeh aksi mogok para supir ini. Segera tata ulang masalah trayek. Jangan sampai kejadian seperti ini berlarut-larut karena akan dapat memicu bentrok dikalangan para supir angkutan umum,” imbuhnya. (hih) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Pada hakekatnya transportasi itu adalah memindahkan orang atau barang, pada transportasi umum maka seharusnya diperioritaskan masyarakat penggunanya (penumpang) yang harus diuntungkan. Sasaran akhir yang diharapkan adalah meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, bukan sekedar menguntungkan penyedia jasa/pengusaha saja. Dengan demikian memang selayaknya Pemerintah turun tangan.. Pasal 138 UU No.22/2009 (1) Angkutan Umum diselenggarakan dalam upaya memenuhi kebutuhan angkutan umum yg selamat, aman, nyaman, dan terjangkau. Paling tidak jagalah kesimbangan.. Horas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*