Animo Masyarakat Palas Berkebun Sawit Tinggi

Harga jual sawit tingkat petani di Palas kian terpuruk, namun animo masyarakat daerah ini dalam berkebun sawit tetap tinggi. Siasati tingginya harga beli bibit sawit, petani memilih buat bibitan sawit sendiri. (medanbisnis/maulana syafii)

Palas. Kendati saat ini harga jual tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Padang Lawas (Palas) kian terpuruk, berkisar Rp 650/kg hingga Rp 850/kg, namun animo masyarakat daerah ini dalam berkebun sawit masih tinggi. Buktinya, beberapa warga masyarakat terus melakukan pembibitan pohon sawit.

Di Kecamatan Sosa misalnya, seorang petani sawit, Ragil, saat ditemui MedanBisnis, Rabu (12/8), tengah melakukan pembibitan sebanyak 1.600-an kecambah sawit, untuk persiapan replanting atau peremajaan kebun sawit miliknya yang sudah cukup tua, sekitar seluas 10 Ha.

“Dari pada beli bibit sawit yang sudah siap tanam, harganya mahal, berkisar Rp 20.000/batang hingga Rp 25.000/batangnya. Mendingan buat bibitan sawit sendiri, lebih irit biayanya. Ntar, kalau bibitannya lebih, bisa dijual,” ucapnya.

Ditemani bukdenya, membuat bibitan sawit, Ragil, tetap merasa optimis berkebun sawit merupakan prospek untuk penghasilan masa depan dan jangka waktu yang lama, yakni 25tahun – 30 tahun.

“Sudah sejak tahun 1992 berkebun sawit. Pernah merasakan harga jual sawit sebesar Rp 75/kg. Harga tertinggi pernah dirasakan sebesar Rp 1.600/kg. Turun naik harga jual sawit di daerah ini biasa di alami,” terangnya.

Baca Juga :  5.770 Siswa SMP Calon Peserta UN di Tapanuli Selatan

Menurutnya, kondisi harga jual menurun paling lama tiga bulan, setelah itu harganya akan kembali membaik. Dikatakan, lebih memilih bertanam sawit daripada tanaman karet atau tanaman pangan lainnya. Tanaman sawit hamanya tidak banyak, daripada tanaman pangan, selain hamanya banyak, pekerjaannya lebih menyita waktu.

“Bertanam sawit paling enak. Hanya sekali tanam, sudah masuk masa panen, tinggal merawat dan setiap dua minggu terus menerus bisa dipanen,” ujarnya.

Senada, Su’udi, warga Kecamatan Barumun mengaku tengah mencari bibit sawit untuk keperluan replanting kebun sawit miliknya seluas 2 Ha, yang juga sudah berumur lanjut

“Terlena saya menikmati hasil sawit, sampai lupa membuat bibitan sawit untuk replanting kebun sawit saya. Terpaksa harus mencari bibit sawit, harganya lumayan tinggi, berkisar Rp 20.000/batang hingga Rp 30.000/batang bibit sawit siap tanam, usianya 1,5 tahun sampai 2 tahun,” katanya.


MedanBisnis – (maulana syafii)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*