Anjing Liar Serang 4 Warga – Dilarikan ke RSUD Padangsidimpuan

Warga Batang Bahal, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp saat ini resah karena ada seekor anjing liar di desa mereka. Apalagi, anjing itu sempat mengamuk dan menggigit serta mencakar empat warga dalam waktu bersamaan, Senin (7/3) lalu.

Kepala Desa Batang Bahal, Syarifuddin Siregar kepada METRO, Kamis (10/3) mengatakan, keempat warga yang digigit dan dicakar anjing yang belum diketahui jenis kelaminnya tersebut yakni, Roslan Boru Hasibuan (61) atau biasa dipanggil Oppung Dayat, Ibrahim Siregar (24), Uccok (3), dan Oppung Poyo (2). “Roslan mengalami luka gigit pada jempol sebelah kanan dan luka cakaran di perut. Ibrahim mengalami luka cakaran di tangan sebelah kanan, Uccok mengalami luka cakaran pada kepala, dan Oppung Poyo mengalami luka cakaran di bagian wajah. Keempat korban langsung dibawa ke RSUD Psp untuk pengobatan. Oleh petugas kesehatan, korban diberikan suntikan vaksin anti rabies dan harus berobat jalan selama beberapa hari ke RSUD Psp dengan biaya sendiri,” ungkap Syarifuddin.

Diutarakannya, anjing liar itu membuat warga desanya ketakutan keluar rumah. Sebab, hewan berkaki empat itu tidak hanya menyerang warga pada siang hari, namun juga di malam hari. Lebih lanjut dikatakan Kades Batang Bahal, sejak peristiwa empat warga digigit anjing liar pada Senin lalu, perburuan terhadap anjing itu terus dilakukan. Warga juga belum mengetahui siapa pemilik anjing tersebut. “Saat ini seluruh warga terus memburu anjing tersebut. Apalagi, sudah ada satu ekor anak anjing yang juga terkena gigitannya. Bahkan warga yang takut, terpaksa mengikat anak anjing yang terkena gigitan anjing liar itu untuk kemudian diserahkan kepada Dinas Pertanian (membawahi bidang peternakan, red) Kota Psp. Kita juga takut nanti sekitar 30-an ekor anjing di Batang Bahal ini nanti tertular, kalau benar anjing ini gila,” ucapnya.
Masih dikatakan Syarifuddin, dirinya sudah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Pertanian untuk dilakukan tindakan, sehingga warga tidak khawatir akan meluasnya anjing liar tersebut yang menurut mereka anjing gila.
“Sudah kita laporkan, tapi ya belum ada tindakan,” tukasnya.

Roslan boru Hasibuan, salah seorang warga yang digigit anjing liar ketika ditemui di rumahnya, Kamis (10/3) menjelaskan, saat itu dirinya hendak ke sungai. Tiba-tiba dari arah depannya dating seekor anjing dan langsung menerkam ke arah perutnya, hingga menderita luka goresan. Kemudian karena panik, dirinya menggunakan tangannya kanannya untuk menghalau anjing itu. Naas. Anjing tersebut malah melawan dan kembali menggigit tangannya dan jempol jari tangan kanannya hingga harus diperban. “Karena ketakukan, saya kemudian lari dan meminta pertolongan warga. Tapi anjingnya waktu mau diburu sudah keburu lari,” ucapnya.

Baca Juga :  Baru Direhab Sudah Dipenuhi Semak Belukar - Warga Sipirok Desak Pos Lalulintas Ternak Difungsikan

Sementara dua balita yang juga kena cakaran anjing diduga gila itu, Uccok dan Oppung Poyo mendapatkan perawatan dari orangtuanya di rumah, atau sama halnya dengan Ibrahim Siregar. Uccok dan Oppung Poyo dicakar anjing saat bermain di halaman rumah, sementara Ibrahim dicakar ketika pulang dari kebun. Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Psp, dr Masriyanti kepada METRO, Kamis (10/3) menjelaskan, timnya sudah diturunkan untuk melihat kondisi para korban yang terkena gigitan anjing sekaligus untuk melakukan observasi dan pemeriksaan apakah anjing yang menggigit warga adalah anjing gila atau bukan.

“Kita tidak bisa menentukan dan memastikan apakah anjing itu gila atau tidak, karena untuk menentukannya kita harus menunggu sampai 14 hari anjing itu mati. Tapi begitupun langkah yang penting adalah memberikan vaksin kepada korban yang terkena gigit,” ucapnya. Saat ini, kata Masriyanti, pihaknya akan memberikan penanganan kepada korban yang terkena gigitan anjing dengan memberikan pelayanan kesehatan dan juga pemberian vaksin anti rabies kepada korban.
Sementara itu Drh Nelli kepada METRO, Kamis (10/3) menuturkan, pihaknya setiap sekali setahun selalu melakukan penyuntikan vaksin rabies kepada anjing-anjing milik warga di Kota Psp yang jumlahnya sekitar 10 ribuan. Sementara untuk Kecamatan Psp Batunadua jumlahnya sekitar 2 ribuan ekor.

Hanya saja, kata Nelli, selama ini warga kurang respon ketika ada kegiatan penyuntikan. Namun, ketika ada masalah barulah warga resah. Padahal, katanya jika warga mengikuti aturan yang dilakukan pemerintah, maka kejadian seperti ini menurutnya bisa diminimalisir. Disebutkan Nelli, tindakan yang bisa dilakukan pihaknya saat ini adalah memberikan vaksin rabies kepada anjing yang ada di Batang Bahal. Kemudian untuk anjing yang sudah digigit, untuk menghindari kemungkinan segala sesuatu di kemudian hari, dirinya menyarankan kepada warga untuk membunuhnya.

Baca Juga :  Semua KPU di Sumut Jadi Tergugat

“Kita sudah turunkan anggota kita untuk membantu warga melakukan tindakan terhadap anjing yang kena gigit, karena anjing penggigit masih belum ditemukan,” ungkapnya. Dijelaskannya, pihaknya tidak bisa menentukan apakah anjing yang menggigit tersebut anjing gila atau bukan, karena anjing itu terlebih dahulu harus ditemukan. Untuk menentukannya juga, dibutuhkan waktu antara 14-21 hari.

“Jika anjing itu mati selama waktu itu, maka bisa diperkirakan anjing itu gila, dan kemudian kepala anjing itu akan dikirimkan ke provinsi untuk dianalisis untuk memastikan apakah anjing itu gila atau tidak. Tapi sayangnya anjing itu belum ditemukan. Tapi begitupun yang perlu kita lakukan adalah tindakan penanganan terhadap anjing-anjing yang masih hidup untuk pencegahan penyakit anjing gila,” tegasnya.

Anggota DPRD Psp dari daerah pemilihan (Dapil) Psp Batunadua, Tenggara dan Angkola Julu, Sopian Harahap, meminta kepada pemerintah untuk segera bertindak cepat dalam penanganan kasus ini, agar tidak ada lagi korban berikutnya. Sopian juga meminta pemerintah untuk membantu biaya perobatan warga yang digigit anjing, karena korban adalah warga miskin. Sementara biaya suntikan vaksin rabies atau perobatannya memberatkan warga. “Kita minta pemerintah untuk secepatnya menangani kasus ini, jangan sampai ada lagi bertambah korban gigitan anjing itu. Kita juga berharap pemerintah membantu biaya perobatan warga korban gigitan anjing. Saat ini kita bersama masyarakat terus memburu anjing itu,” katanya. (phn) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*