Anjing Pelacak Temukan 8 Hektare Ladang Ganja

MADINA- Polres Madina, Direktur Narkoba Poldasu, dan BNN memusnahkan sedikitnya 2.500 batang ganja yang tumbuh di lahan seluas 8 hektare. Penemuan ladang ganja di sekitar Tor Sihite, Panyabungan Timur ini, dibantu anjing pelacak.

149156883402e910e200e1861ddf2f5f57c1dfd4 Anjing Pelacak Temukan 8 Hektare Ladang Ganja
GANJA DI POLRES- Ribuan batang ganja yang diamankan Polres Madina dari ladang ganja di Tor Sihite, kemarin.

Senin (24/10) dini hari, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Birgjen Pol Beni Mamoto dan Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe, bersama 45 petugas BNN ditambah polisi bersenjata lengkap serta beberapa ekor anjing pelacak, mulai melacak daerah yang dikenal sebagai produsen ganja.

Desa Huta Tua dan Hutabangun di Kecamatan Panyabungan Timur pun dibidik. Benar saja, di dua desa ini polisi menemukan 2.500 batang yang sebagian dimusnahkan di lokasi penemuan. Dan, sebagian lagi dibawa ke mapolres untuk dijadikan sampel BNN.

“Operasi ini dilakukan Senin dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Alasan keberangkatan dini hari, mengingat jarak tempuh sekitar 15 kilometer dari pusat Panyabungan menuju Desa Hutatua dan Hutabangun. Lalu, dari desa menuju Tor Sihite memakan waktu selama 4-5 jam sekali berangkat. Dan, medan yang ditempuh sangat sulit. Ada tanjakan atau tebing yang berdiri tegak. Selanjutnya, kita tiba di mapolres malam hari,” terang kapolres.

Operasi ini, sambung kapolres, juga merupakan tindak lanjut penemuan-penemuan ladang ganja sebelumnya di desa yang sama. Sekaligus merespon kesadaran masyarakat yang menyerahkan ladang ganja tersebut. “Dari pantauan di lapangan, kami menilai masih ada ladang ganja yang belum ditemukan. Lalu, akan ditindaklanjuti dalam operasi selanjutnya,” ujar kapolres.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso, Selasa (25/10) di Mapolda Sumut, menambahkan, barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 2.000 batang atau seberat 400 sampai 500 kg. Keseluruhannya dibawa ke mapolres. Dan, lebih kurang 3.000 batang dimusnahkan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Disebutkannya, umur pohon ganja yang ditemukan berkisar antara 4 sampai 5 bulan. “Kita sudah meminta keterangan para saksi dan lagi menyelidiki pemilik ladang ganja itu,” ujar Heru.

Sementara itu, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Beni Mamoto, didampingi Kepala BNK Madina AKBP Eddy Mashuri Nasution menjelaskan, operasi ini bagian dari program pemberantasan narkoba secara nasional. Sebab, Madina merupakan pemasok ganja terbesar setelah NAD.

Baca Juga :  Hindari Kemacetan Jelan Lebaran - Perbaikan Jalan Merdeka Sidimpuan Dikebut

“Operasi ini merupakan tahapan awal yang melibatkan BNN, Poldasu, dan Polres Madina. Tentunya tidak berhenti di sini. Dari pengalaman ini, kita akan menyiapkan strategi baru yang lebih efektif, mengingat medan yang begitu sulit dan jarak capai yang lama. Ke depan, kami sudah siapkan strategi yang lain,” sebut Brigjen Beni Mamoto.

Target pertama, terang Beni adalah memusnahkan ladang-ladang dan akan melanjutkan dengan cara atau altenatif berikutnya, seperti bagi petani. Kita ingin mengajak masyarakat terutama petani ganja ini untuk beralih profesi.
AKBP Eddy Mashuri Nasution menambahkan, operasi ini akan tetap dilanjutkan. Dan, sebagai follow up, BNK sendiri telah melaksanakan penyuluhan-penyuluhan tentang narkoba ke seluruh masyarakat terutama bagi pelajar di Madina.

“BNK sendiri telah memulai penanganan masalah narkoba ini dengan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat. Ini merupakan program nasional untuk mengantisipasi peredaran narkoba,” ungkap AKBP Eddy yang pernah menjabat Wakapolres Madina ini.

Polisi Temukan dan Musnahkan Lima Hektar Ladang Ganja di Madina. (wan/ann/smg) Petani Ganja Diajak Beralih Profesi
Brigjen Pol Beni Mamoto menegaskan, BNN tidak hanya meminimalisir peredaran narkoba. Sejauh ini, pihaknya juga memberikan solusi atas pemberantasan narkoba. Misalnya, dengan mengajak petani ganja beralih profesi menjadi petani atau peternak.

“Target pertama, memusnahkan ladang ganja. Lalu, kita lakukan upaya alternatif kepada petani ganja setelah ladang ganja bersih. Kita ingin mengajak mereka beralih profesi tidak lagi menanam ganja, tetapi bertani lain dan beternak. Tentunya dengan bantuan BNN dan pemerintah daerah,” sebutnya di mapolres, kemarin.

“Kita sama-sama bergandengan tangan dengan polres dan pemkab untuk melaksanakan alternatif itu. Kalau kita bisa menutup sumber-sumber ganja ini, maka peredarannya dan upaya operasi ke sumber-sumber ganja jauh lebih efektif dan efisien daripada mereka terlanjur lolos. Sebab, biaya operasi akan mahal di samping kerugian yang timbul dari mereka yang mengonsumsi ganja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sertijab Kalapas Kls II B Padangsidimpuan Berlangsung Khidmat Diiringi Tangis Pelepasan Kalapas Lama

Seperti diketahui, lanjutnya, Madina merupakan daerah pemasok ganja terbesar setelah Aceh. Untuk itu, semua pihak harus sepakat bagaimana caranya agar Madina tidak lagi sebagai daerah pemasok ganja.

“Jadi kita juga memberi solusi bukan hanya melakukan penindakan. Itu akan kita laksanakan bersama dan program seperti ini telah kita terapkan di Aceh. Kita mengadopsi program yang dilaksanakan Raja Thailand. Di Thailand, para petani ganja telah beralih profesi ke bidang lain ada yang bertani, berkebun, beternak,” tambahnya.

Sementara Kapolres Madina AKBP A Fauzi Dalimunthe melalui Kasat Narkoba AKP Hendra menjelaskan, pihaknya belum lama ini telah melakukan beberapa kali penyuluhan narkoba ke warga Panyabungan Timur, khususnya di Desa Hutatua, Hutabangun dan Huta Tinggi yang dikenal sebagai petani ganja.

“Warga sempat menyampaikan kalau mereka siap menyerahkan lahan ganja yang dimiliki. Namun, warga juga meminta agar diberikan bantuan,” katanya.

Bantuan yang dimaksud, bibit karet sebanyak 5.000 batang, bibit coklat sebanyak 5.000 batang, dan pupuk NPK sebanyak 1,2 ton. “Kalau bantuan itu diberikan, maka masyarakat berjanji akan menghentikan usaha bertani ganja. Dalam hal ini masih akan dilihat perkembangannya karena akan melibatkan pemerintah Madina,” pungkasnya. (wan/ann)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*