Antasari Azhar Dipindahkan Kembali ke LP Tangerang

Terpidana kasus pembunuhan Nasrudin, Antasari Azhar keluar dari rumah tahanan Polda Metro Jaya untuk dipindahkan menuju LP Cipinang, Jakarta, Senin (3/1).

Tempat penahanan mantan Ketua Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, Senin, resmi dipindahkan kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten dari Lapas Cipinang. Hal itu sesuai dengan permintaan Antasari Azhar agar ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang.

“Permohonan itu sudah disetujui oleh Dirjen Lapas, dan saat ini tinggal teknis pemberangkatannya dari Lapas Cipinang,” kata Ketua Lapas (Kalapas) Cipinang, Wayan Sukerta, kepada Antara, di Jakarta, Senin. Sebelumnya, Antasari dipindahkan penahanannya dari Rumah Tahanan (Rutan) Narkoba Polda Metro Jaya ke Lapas Cipinang oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Pemindahan itu terkait kejaksaan yang sudah menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung yang tetap menghukumnya dengan 18 tahun penjara.

Terkait pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasruddin Zulkarnaen. Sementara itu, dua terpidana lainnya, yakni, Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo, sudah dipindahkan ke Lapas Cipinang sejak Jumat (31/12) dari Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Sedangkan mantan Kapolres Jaksel, Williardi Wizar dipindahkan ke Lapas Cipinang, bersamaan pemindahan Antasari pada Senin (3/1) pagi.

Lebih Dekat

Istri Antasari Azhar, Ida Laksmiwati mengatakan, pemindahan penahanan suaminya dari LP Cipinang, Jakarta Timur ke LP Dewasa Tangerang, Banten, akan lebih dekat sehingga mudah untuk dikunjungi. “Kalau ditahan di LP Tangerang lebih baik dan dekat maka semakin sering dikunjungi, ” kata Ida Laksmiwati dihubungi di Tangerang, Senin malam menjelang kedatangan suaminya ke Tangerang.

Baca Juga :  Djoko Susilo Bisa Menyeret Jenderal Lain

Pernyataan Ida tersebut sehubungan pemindahan Antasari Azhar  dari LP Cipinang ke LP Dewasa Kelas I Tangerang dengan mengunakan kendaraan minibus nomor polisi B-1190-TQN Senin malam dan tiba pukul 19.45 WIB dikawal petugas dari Polda Metro Jaya. Menurut Ida, suaminya lebih sehat dan gemuk selama dalam penjara bahkan sebelum masuk sel ukuran bajunya “M” dan belakangan menjadi “XL”.

Dia mengatakan, dimanapun suaminya ditempatkan tidak menjadi persoalan karena sudah dijadikan narapidana, namun karena di tempatkan di Tangerang, maka adalah suatu nilai tambah sendiri karena tidak jauh dari rumah di Perumahan BSD, Kota Tangerang Selatan. Bahkan bila mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat itu dipindahkan ke Tangerang maka dianggap menguntungkan keluarga terutama masalah jarak tempuh ketika melakukan kunjungan. (nalisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*