Apa kabar mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji? – Susno Panen Cipika-cipiki dari Ibu-ibu

2237434620X310 Apa kabar mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji? Susno Panen Cipika cipiki dari Ibu ibu
Susno Duadji usai yasinan di rumahnya, makan keong yang di kampung halamannya disebut lilin, Senin (19/4/2010) malam.

PAGARALAM, KOMPAS.com – Apa kabar mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji? Setelah beberapa hari tak jadi bahan berita, Susno ternyata ke kampung halamannya di Sumatera Selatan. Ia menyempatkan diri mengunjungi kawasan Pasar Dempo Permai dan Pasar Seghepat Seghendi, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (29/4/2010).

Kedatangan Susno menarik perhatian ribuan warga, pedagang, tukang becak, pengojek yang sedang berbelanja sehingga arus lalu lintas di sekitar pasar menjadi macet. Beberapa ibu rumah tangga berebut ingin berfoto dan bersalaman dengan Susno Duadji. Bahkan, banyak juga yang ingin mencium pipinya. Susno pun panen cipika-cipiki, cium pipi kanan dan kiri.

“Kami senang dengan kedatangan Pak Susno yang menemui langsung masyarakat Pagaralam untuk bersilaturahmi. Padahal dia jenderal berbintang tiga,” kata Yuni, warga setempat. Ia menyatakan, selama ini hanya mengenal Susno melalui televisi atau membaca koran termasuk saat gencar-gencarnya pemberitaan tentang upayanya mengungkap kasus korupsi dan makelar kasus di tubuh Polri.

“Kami tidak percaya Pak Susno akan datang dan langsung menemui pedagang meskipun tempatnya becek, bau dan masih banyak sampah. Orang terkenal dan berpangkat jenderal jarang mau jalan kaki ke daerah becek seperti ini, biasanya hanya lewat dan membuka kaca mobil saja,” ujar dia lagi.

Dia mengaku seperti mimpi bisa bersalaman, mencium dan memeluk jenderal itu tanpa penghalang. Padahal kalau di Jakarta sudah pasti tidak akan bisa bertemu langsung selain penjagaan berlapis, juga kesibukan akan menyulitkan bisa ketemu.

Menurut Misnan, warga yang datang memadati pasar, antara lain hanya untuk bersalaman dan melihat langsung Susno yang selama ini sering menghiasi layar televisi dan koran. “Sebetulnya simpati warga bukan kerena Susno seorang pejabat saja, tapi keramahannya dan keluarga besarnya. Kami kagum dengan Susno karena sikapnya tidak berubah meskipun sudah menjadi orang penting di negara ini,” kata dia lagi.

Kapolres Kota Pagaralam AKBP Abdul Soleh mengatakan, meskipun kedatangan Susno Duadji tidak meminta pengawalan, pihaknya tetap memantau dan mengawasi agar situasi tetap kondusif.

Pemberantasan Korupsi
Susno Didukung Dunia Internasional

PAGARALAM, KOMPAS.com – Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Susno Duaji, kini sedang berada di tanah kelahirannya, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, dengan keberanian mengungkap berbagai kasus korupsi, ternyata banyak mendapatkan dukungan dari berbagai dunia internasional.

Tim pengacara Susno Duadji, Husni Maderi yang didampingi Dr Efran Juni, kepada wartawan di Pagaralam, Kamis, menyampaikan prihal dukungan internasional bagi kliennya itu.

Susno saat memberikan keterangan pers juga selalu didampingi tim dari Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) dan beberapa kerabat dekat yang juga tim pengacaranya.
“Dukungan bagi upaya Susno dalam pemberantasan segala makelas kasus tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga secara terang-terangan mendapatkan dukungan dari negara lain,” kata Husni pula.

Beberapa negara yang menyatakan secara terang-terangan bahwa Pak Susno saat ini bukan hanya milik Indonesia, tapi juga merupakan milik dunia internasional. Kami berulang kali mendapatkan dukungan dari berbagai negara, baik lewat telepon maupun secara langsung,” kata dia.

Dukungan dari luar itu, ujar Husni, juga datang dari Twitter, New York Times, Aljazeera, Radio Nederland, Australia, Singapura dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kemarin, lanjut dia, CNN juga telah menghubungi namun kami masih minta waktu, mengingat saat ini Pak Susno sedang mudik ke kampungnya di Pagaralam.

Susno menegaskan, upaya membongkat segala macam bentuk “markus” di Indonesia itu, tujuannya bukan untuk pribadi atau mau mengejar jabatan.

“Saya tidak ada keinginan mau menjadi kapolri, menteri, menjadi duta besar atau mau menjadi dirjen, melainkan tujuan saya murni ingin melakukan reformasi atau memperbaiki keadaan negara kita Indonesia ini dengan gerakan moral. Apalagi kita sudah terlalu lama dijajah oleh korupsi, dijajah oleh kemiskinan, dijajah oleh ketidakadilan dan dijajah oleh rekayasa,” ujar dia.

Menurut Susno, kekayaan Indonesia yang sangat berlimpah ruah, seperti berbagai macam bahan tambang lengkap, hasil hutan banyak, hasil laut beranekaragam. Namun, kata dia lagi, negara ini masih saja tetap miskin dan masyarakatnya juga masih banyak yang susah.

“Coba kita cerna apa penyebabnya kalau tidak akibat maraknya korupsi, ketidakadilan dan sebagainya, karena aparat penegak hukum pada level atas banyak tidak beres sehingga harus kita perbaiki. Harus dikatakan, mana yang baik itu baik dan mana yang salah itu salah, mengingat kemarin tidak ada yang menyuarakan selain suara dari Gunung Dempo Pagaralam,” kata Susno pula.

Dia berharap, upaya memberantas korupsi itu dapat terus bergulir ke seluruh Indonesia tidak hanya di tubuh polri tetapi juga hakim, jaksa, jajaran pajak hingga aparat Bea Cukai sekarang sudah masuk mafia kehutanan, mafia pertambangan dan segala macam bentuk mafia lainnya.

“Momen inilah yang harus dipelihara, mengingat pada awalnya tidak berdaya tapi begitu digulirkan, berkat dukungan masyarakat Indonesia kini sudah sampai ke Papua, Sulawesi, Kalimantan, Aceh, Riau, seluruh pulau Jawa. Bahkan sampai ke pelosok-pelosok, dan itu semua bukan karena Susno, tapi karena semua masyarakat yang menginginkan negara kita bersih dari korupsi, termasuk di Kota Pagaralam,” kata Susno lagi.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*