APKM Minta DPRD Bentuk Pansus Kerusakan Hutan Tapsel

KRUSAKAN HUTAN (Foto Illusatrasi www.mepow.files.wordpress.com)

P.Sidimpuan, (Analisa)

Aliansi Pusat Kajian Mahasiswa (APKM) meminta Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tapanuli Selatan segera membentuk pansus perusakan hutan.

Tuntutan ini mereka sampaikan dalam aksi unjukrasa yang digelar di Gedung DPRD Tapsel, Jalan Sudirman Kota P.Sidimpuan, Senin (11/1). Mereka juga menuntut agar anggota DPRD Tapsel dapat lebih memfungsikan kewenangannya sebagai pengawas kinerja eksekutif.

Pantauan Analisa, puluhan massa APKM tiba digedung DPRD Tapsel sekitar pukul 10.00 WIB dengan berjalan kaki dari depan halaman bolak Kota P.Sidimpuan, sembari mengusung poster dan spanduk yang bertuliskan kecaman atas perusakaan hutan yang masih merajalela di Tapanuli Selatan.

“Kelestarian alam di Tapsel terancam akibat masih merajalelanya pengerusakan hutan dikawasan ini, sementara Pemda dan DPRD setempat terkesan lamban dan acuh menyikapinya, “ujar kordinator aksi Hendra Hasibuan.

Dikatakan, dari hasil penelitian APKM kondisi hutan di Kabupaten Tapsel sangat mengkhawatirkan karena perusakan hutan masih terjadi dimana-dimana, seperti dikawasan hutan suaka marga satwa, register 7 dan register 6 .

“Pembangunan jalan di kawasan suaka marga stawa dan keberadaan perusahaan PT OPM dihutan negara, merupakan bukti nyata jika Pemkab Tapsel terkesan membiarkan perusakan hutan terjadi dikawasan ini, “katanya.

Menyikapi hal itu kata Hendra, APKM menuntut dan mendesak DPRD agar lebih memfungsikan kewenangannya sebagai pengawas kinerja eksekutif serta segera membentuk pansus untuk menyikapi persoalan kerusakan hutan di Kabupaten Tapsel.

Baca Juga :  Melirik Usaha Penjual Nasi Pecal di Sipirok

Selain itu, APKM juga mendesak dan menuntut DPRD agar lebih teliti dalam mensahkan anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) khususnya yang menyangkut pembangunan di kawasan hutan negara.”Selain DPRD kami juga meminta penegak hukum agar lebih tegas menindak para oknum perusak hutan di Tapsel, “katanya.

APKM kata Hendra juga mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Tapanuli Selatan untuk lebih proaktif dalam menjaga kelestarian alam yang kini mulai terancam akibta ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi hal itu anggota DPRD yang membidangi hutan dihadapan mahasiswa berjanji akan menindak lanjuti tuntutan para mahasiswa ini.

“Tuntutan ini akan kami sampaikan pada pimpinan DPRD dan akan membahasnnya pada rapat dewan, “ujarnya.

Usai mendengar tanggapan dari anggota DPRD tersebut, massa APKM ini akhirnya membubarkan diri dengan tertib sembari berjanji akan kembali menggelar aksi yang lebih besar jika tuntutan ini tidak ditindak lanjuti. (hih/sah)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Buat Anggota DPRD Tapsel dan Pemda Tapsel dalam hal ini yang terkaid untuk Anggaran 2010, Mohon agar Jalan Tembus dari Desa Tanjung Rompa – SABA LOBU – Desa Batusatail Lombang dibuatkan Jalan. Perkiraan Jalan ini kalau tembus tidak lebih dari 4 Km dan bisa menjadi alternatif Jalan dari Kec. Marancar ke Kota Sipirok. Saat ini dari Desa Batusatail yang mau membeli kebutuhan sehari-hari dari Pasar Poken Arba / Pasar Marancar harus berjalan Kaki berjam-jam agar bisa mencapai Pasar Sempurna.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*