Aquino Diumumkan sebagai Presiden Filipina

Noynoy Aquino

Benigno Aquino, Rabu (9/6/2010), diumumkan sebagai Presiden Filipina setelah menang dalam salah satu pemilu terbaik di negara dengan sejarah korupsi dan kemiskinan itu pada bulan lalu.

Aquino, yang resmi mengambil alih pemerintahan pada 30 Juni, menundukkan para pesaingnya setelah menjanjikan akan mengatasi korupsi dan memberantas kemiskinan yang lama diderita negara kepulauan berpenduduk lebih dari 90 juta itu. Bujangan 50 tahun ini juga mendapat dukungan besar publik karena orangtuanya yang pahlawan demokrasi dalam mengakhiri 20 tahun era kediktatoran Ferdinand Marcos.

Aquino berhasil meraih sekitar 15,2 juta suara, atau hampir 42 persen dari jumlah pemilih, menurut hasil akhir yang disiarkan parlemen, Selasa, setelah pemilu 10 Mei lalu. Mantan Presiden Joseph Estrada berada di peringkat kedua dengan perolehan mendekati 9,5 juta suara. Sidang pleno parlemen secara resmi meratifikasi hasil-hasil pemilu dan mengumumkan Aquino sebagai Presiden Filipina ke-15.

Pelantikannya dijadwalkan akan dilakukan pada akhir bulan ini. Kendaraan-kendaraan penuh dengan pendukung berbaju kuning, warna kampanye keluarga Aquino. Menggunakan baju resmi tradisional, Aquino tiba di gedung parlemen didampingi keluarga dan sahabat-sahabatnya serta dikawal ke ruang tunggu parlemen. Para anggota dewan perwakilan rakyat dari kedua majelis Kongres menerima pemilihan Aquino sebagai presiden dengan aklamasi, dan pemimpin mayoritas Senat, Juan Miguel Zubiri, menyebutnya sebagai “layak dia dipilih sebagai Presiden Republik Filipina.”

Baca Juga :  Georgia Ringkus Jaringan Mata-Mata Rusia

“Kini tiba saatnya untuk menyembuhkan semua luka pemilihan. Sekarang waktunya untuk maju ke depan,” kata Zubiri sebelumnya kepada televisi ABS-CBN.

Sementara itu, Estrada dalam pidato yang dibacakan putranya di depan Kongres mengatakan, “Secara tulus saya menyampaikan ucapan selamat saya kepada sahabat baik saya dan lawan yang paling berharga. Saya percaya bahwa presiden terpilih Aquino akan memenuhi semua janji kampanyenya untuk mengatasi masalah korupsi.”

Bagi Aquino, kemenangannya adalah babak lain dalam sejarah politik keluarganya yang dramatis. Ayahnya, Benigno “Niboy” Aquino, ditembak mati pada 1983 di bandara Manila pada saat dia kembali dari pengasingannya di Amerika Serikat untuk memimpin gerakan demokrasi melawan Marcos.

Ibunya, Corazon Aquino, mengambil alih perjuangan suaminya yang dibunuh dan memimpin revolusi People Power yang menumbangkan pemerintah Marcos pada 1986. Dia kemudian menjabat sebagai presiden selama enam tahun.

Aquino, seorang lulusan fakultas ekonomi, menegaskan bahwa dia akan memerangi korupsi dan memperbaiki pertumbuhan ekonomi.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2010/06/09/16310711/Aquino.Diumumkan.sebagai.Presiden.Filipina-4

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*