Arjuman Harahap Ancam Laporkan Balik Wartawan – Tuduhan Pencemaran Nama Baik

PALUTA; Anggota DPRD Padang Lawas Utara (Paluta) H Arjuman Harahap dari Partai Patriot yang diduga melakukan pemukulan terhadap wartawan harian terbitan Medan Sori Parla Harahap, Kamis (21/5) lalu, mengancam segera melaporkan balik Sori Parla Harahap ke aparat kepolisian, dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya akan melaporkan balik Sori Parla Harahap ke polisi. Hal ini terkait nama baik saya. Saya tidak pernah memukul dia,” tegas Arjuman via telepon seluler, kepada METRO, Sabtu (22/5).

Sori Parla Harahap Didampingi PWI

Beberapa waktu lalu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Tabagsel Syarifuddin Nasution, didampingi anggota PWI Tabagsel, Kodir Pohan, menegaskan,

pihaknya siap mendampingi Sori dalam menempuh jalur hukum.

Kodir mengatakan, lontaran hinaan yang disampaikan Arjuman dinilai berlebihan. Idealnya, seorang pejabat merangkul dan membina setiap elemen masyarakat yang ada di wilayahnya. Bukan malah memancing air keruh yang dapat menurunkan wibawanya sebagai pejabat Negara di Paluta.

“Jangan persoalan pribadi dibawa-bawakan ke publik dan dipertontonkan ke khalayak ramai. Masalah pribadi diselesaikan dengan pribadi, wartawan mempunyai hak penuh dalam melakukan tugasnya,” ucapnya.

Kodir menambahkan, pihaknya kecewa dengan sikap oknum anggota DPRD Paluta tersebut, yang tidak menjunjung tinggi kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Kami siap mengawal dan mendampingi kasus penganiayaan terhadap Sori Parlah Harahap dengan mengadvokasi. Jika perlu, kita akan melakukan aksi solidaritas agar kasus penghinaan dan penganiyaan terhadap wartawan itu diselesaikan secara tuntas sesuai dengan Undang-undang,” tegasnya.

Baca Juga :  Buntut Pengrusakan Tanak Kebun Milik Masyarakat Desa Jani Mauli dan Desa Tolang Kec. Sipirok - Tapsel; Bupati, Wkl. Bupati, Kabag Hukum dan Kepala Satpol PP Dilaporkan Ke Polda Sumut dan Komnas HAM

Untuk itu, sambung Kodir, pihaknya atas nama PWI Tabagsel meminta aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus penghinaan dan penganiyaan tersebut. “Pers harus merdeka dan bebas dari segala ancaman siapapun,” tegas keduanya. (thg)

Sumber: www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*