Arus Balik, Pendatang Lebih Banyak dari Pemudik

1938063620X310 Arus Balik, Pendatang Lebih Banyak dari PemudikSetidaknya pada dua tahun terakhir terjadi tren yang cukup unik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Jumlah pendatang yang tiba setelah Lebaran lebih banyak daripada jumlah pemudik sebelum hari raya.

quote 1 Arus Balik, Pendatang Lebih Banyak dari Pemudik

Banyak masyarakat yang bawa saudaranya, tetangganya, atau temannya dari kampung untuk kerja di Jakarta.

— Hengki Sitorus
quote 2 Arus Balik, Pendatang Lebih Banyak dari Pemudik

Menurut Hengki Sitorus, Kepala Terminal Kalideres, Rabu (15/9/2010), penyebab utamanya adalah banyaknya pendatang baru yang dibawa oleh pemudik. “Banyak masyarakat yang bawa saudaranya, tetangganya, atau temannya dari kampung untuk kerja di Jakarta,” jelas Hengki.

Dari data Dinas Perhubungan Terminal Kalideres, tercatat 74.700 orang tiba selama arus balik tahun 2009, sedangkan jumlah masyarakat yang mudik hanya 62.876 orang. Begitu juga yang terjadi pada tahun 2008, tercatat ada 67.758 pendatang, padahal masyarakat yang mudik hanya 61.093 orang.

“Tahun ini juga sepertinya akan sama. Pendatangnya lebih banyak daripada pemudik,” ungkap Hengki.

Penyebab lain dari perbedaan jumlah pemudik dan pendatang ini adalah masyarakat yang mudik dari jauh-jauh hari sebelum Lebaran. “Ada orang yang sudah mudik dua minggu sebelum Lebaran. Orang-orang ini otomatis tidak tercatat karena kami baru mencatat jumlah pemudik pada H-7,” jelas Hengki.

Keadaan di Terminal Kalideres pun hari ini semakin ramai. Sampai siang tadi tercatat 3.994 pendatang yang tiba di Kalideres. “Jumlah ini di luar penumpang yang turun di jalan. Banyak juga yang turun di Cipondoh, Terminal Poris, dan di depan terminal,” jelas Hengki.

Baca Juga :  Pemko Sidimpuan Tak Punya Dana Teliti Jajanan

Tanpa Keahlian Kerja? Jangan ke Jakarta!

Penduduk non-Jakarta yang tak memiliki keahlian kerja sebaiknya tidak datang ke Jakarta pada arus balik Lebaran. Selain menambah beban kerja di Ibu Kota, mereka juga akan kesulitan mendapat pekerjaan.

quote 1 Arus Balik, Pendatang Lebih Banyak dari Pemudik

Kami terus berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan kepada mereka termasuk dengan memasukkan mereka ke BLKD.

— Deded Sukendar
quote 2 Arus Balik, Pendatang Lebih Banyak dari Pemudik

Sesuai Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2010, Gubernur DKI Fauzi Bowo meminta agar warga luar Jakarta yang tak memiliki keahlian kerja sebaiknya tetap tinggal di daerah masing-masing. Kedatangan mereka ke Jakarta hanya akan menambah berat persaingan antarpencari kerja di Ibu Kota.

Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, jumlah pengangguran di Jakarta meningkat selama enam bulan terakhir. Jika pada Februari 2010 tercatat ada 537.470 pengangguran, maka pada September ini jumlahnya mencapai 600.000 orang.

“Kami terus berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan kepada mereka, termasuk dengan memasukkan mereka ke BLKD (Balai Latihan Kerja Daerah) milik DKI,” kata Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Deded Sukendar, Rabu (15/9/2010).

Meski demikian, kata Deded, jumlah calon tenaga kerja yang dibina di BLKD tidak sebanding dengan jumlah pengangguran yang ada. Tahun ini baru 5.000 orang yang mendapat pelatihan dari BLKD di lima wilayah kotamadya di DKI Jakarta. Pelatihan ini akan memudahkan mereka untuk bekerja di perusahaan-perusahaan sektor informal.

Baca Juga :  Rahudman telak jadi tersangka korupsi

Deded menjelaskan, saat ini BLKD DKI Jakarta sudah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menyalurkan tenaga kerja dengan keterampilan memadai.

“Perusahaan saat ini lebih selektif memilih pekerjanya. Karena itu, kerasnya persaingan mencari kerja di Jakarta harusnya membuat para pendatang baru berpikir dua kali untuk pergi ke Jakarta jika tidak memiliki persyaratan tersebut,” kata Deded.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Franky Mangatas Panjaitan mengatakan, jumlah pendatang baru di Jakarta tahun ini mencapai 60.000 jiwa. Jumlah ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2007, warga baru Ibu Kota tercatat 109.617 orang, sementara pada 2009 tercatat sebanyak 69.554 orang.

Sumber: Kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*