Asian Games XVI – Perahu Naga Bisa Tambah 1 Emas Lagi

Medali emas ketiga bagi Kontingen Indonesia kemungkinan besar kembali diraih di Danau Zengcheng pada final 250 meter cabang perahu naga Asian Games XVI 2010, Sabtu (20/11/10).

“Catatan waktu pada 250 meter pertama, tim Indonesia masih teratas. Kami targetkan sapu bersih di nomor putra,” kata Ketua PODSI Achmad Sutjipto di Zengcheng, Guangzhou, Jumat (19/11/10).

Tim perahu naga putra Indonesia, yang menyabet medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games XVI, Kamis (18/11/10).

Ia optimistis, tim perahu naga Indonesia kembali mempersembahkan medali emas di nomor putra. Termasuk pula kans besar juga di bagian putri, meski masih berada di bawah bayang-bayang China.

Cabang perahu naga merupakan cabang olahraga yang baru pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games 2010, dan diharapkan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang Olimpiade.

“Pada final 500 meter, tim Indonesia mencatat waktu 51.952 detik pada 250 meter pertama, masih di atas Myanmar dan China, namun pada jarak pendek perlu kayuhan lebih kuat saat start nanti,” kata Sutjipto.

Termasuk pada bagian putri, tim Indonesia akan menerapkan strategi untuk memperkuat kayuhan awal bagi tim putri “Merah Putih” yang masih tertinggal saat start oleh putri China.

Namun terlepas dari belum berhasilnya tim putri Indonesia menyumbang medali emas di nomor perahu naga, secara umum Indonesia telah merenggut medali emas putra cabang olahraga yang merupakan ciri khas dari budaya China itu.

Baca Juga :  Taklukkan PSDS, PSMS Juara Turnamen Sepak Bola Ngogesa Sitepu

“China bisa marah karena tim putra gagal meraih yang terbaik di cabang perahu naga, karena cabang itu merupakan warisan budaya dari Bangsa Tiongkok, tetapi sekarang kita ambil itu,” kata Sutjipto.

Namun di sisi lain sukses tim perahu naga Indonesia meraih dua medali emas, menurut Suctjipto tidak lepas dari kondisi spirit dan daya juang atletnya tetap terjaga. Dengan dua medali emas, membuat tim Indonesia semakin percaya diri di cabang olahraga itu.

“Sebenarnya lomba jarak pendek adalah nomor yang selalu didominasi Myanmar, namun kali ini pedayung kita bisa membukukan catatan bagus di nomor pendek,” kata Ketua Umum PODSI itu, menambahkan. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*