Asmar Hasibuan (43) Wanita Petani Karet di Desa Banjar Melayu – Madina – Lawan Beruang Dengan Teriak

1835052p Asmar Hasibuan (43) Wanita Petani Karet di Desa Banjar Melayu Madina Lawan Beruang Dengan TeriakSeorang wanita Asmar Hasibuan (43) petani karet di Desa Banjar Melayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang diterkam beruang di kebun miliknya menjalani perawatan intensif di RSU Panyabungan.

Kepala Bagian Humas Pemkab Mandailing Natal (Madina), Taufik, Kamis (27/5/2010) mengatakan korban yang mengalami luka robek di bagian kepalanya masih ditangani tim medis secara serius.

Juru bicara Pemkab Madina itu mengatakan, Asmar Hasibuan diserang binatang buas itu, ketika sedang menderes pohon karet di kebun miliknya, pada Rabu.

Ibu rumah tangga itu diserang secara tiba-tiba dari arah belakang, sehingga tidak bisa mengelak atau memberikan perlawanan terhadap beruang yang cukup besar tersebut.

Saat kejadiaan itu, korban hanya bisa berteriak minta tolong, sehingga warga desa yang mendengar datang memberikan bantuan.

“Ketika warga terlihat cukup ramai menolong korban, saat itu beruang besar berbulu hitam melarikan diri masuk ke hutan,” jelas Taufik.

Warga desa itu sering melihat beruang masuk kebun, namun menurutnya binatang tersebut selama ini tidak mengganggu warga setempat. Lokasi perkebunan milik warga itu tidak jauh dari kawasan hutan.

“Bisa saja kejadian ini dikarenakan habitat binatang itu di hutan sudah mulai terusik oleh masyarakat, sehingga beruang tersebut jadi marah,” ucapnya.

Ia berharap, kejadian yang dialami warga Desa Banjar Melayu, Madina (sekitar 860 km timur Kota Medan) itu tidak terulang lagi.

Baca Juga :  Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batu

“Warga juga diminta jangan melakukan penebangan kayu di hutan secara sembarangan, karena ini bisa mengusik kehidupan beruang dan satwa lainnya,” kata Taufik.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/05/27/18352020/Wanita.Ini.Melawan.Beruang.Dengan.Teriak

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*