Atap Rumah Kompos Raib dan Keberadaan Mesin Tak Jelas

SIPIROK-Kurangnya perawatan, perhatian serta bertanggung jawab pemerintah daerah melalui instansinya terlihat dari keberadaan bangunan rumah kompos yang dibangun di Pasar Sipirok, Kabupaten Tapsel sudah tidak berfungsi lagi. Ketika METRO mengunjunginya Senin (19/9), kondisi gedung yang merupakan bantuan Danamon Peduli dengan ukuran sekitar 20X6 meter tersebut tidak memiliki atap lagi. Bukan itu saja, beberapa kayu bagian atap juga sudah mulai menghilang entah kemana.

Paling, ironisnya raibnya atap seng sudah merembes pada gedung MCK pasar tersebut. Sedangkan didalam gedung yang tak berpintu lagi tampak bekas mesin pengolah sampah menjadi pupuk organik sudah tak berada ditempatnya, sedangkan peralatan pendukung masih berada dilokasi dengan kondisi karatan dan acak-acakan, sehingga terlihat amburadul.

Di samping itu, di dalam gedung mengeluarkan bau pesing yang menyengat, sehingga menimbulkan kesan pemerintah kurang memperhatikan dan memungsikan potensi yang ada. Padahal, di beberapa titik sampah berserakan dan di pinggiran jalinsum arah Tapanuli Utara menumpuk. Masyarakat melalui LSM LIRa Tapsel, Lauddin dan Abdul Jalil Nasution berharap pemerintah memperhatikan dan kembali memungsikan potensi pengolah sampah tersebut. “Sangat memprihatinkan kondisi rumah kompos tersebut, padahal jika difungsikan bukan saja dapat mengurangi keterbatasn pupuk tetapi juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengatasi sampah menjadi barang yang berharga,” tuturnya. (ran/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  UN di Tabagsel aman dan lancar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*