Atasi Defisit Pemkab Tapsel Akan Pinjam Uang ke Pihak Ketiga

Untuk mengatasi defisit anggaran yang ditaksir mencapai Rp 91 M, Pemkab Tapanuli Selatan akan meminjam dana segar kepada pihak ketiga, semisal Bank.

“Kalau menurut BPKP itu sesuai aturan, pinjaman dana segar dari pihak ketiga akan kita lakukan,” ujar Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu melalui telepon selulernya, Senin (18/10).

Dikatakan, saat ini sejumlah SKPD Tapsel sedang berada di Kota Medan guna mengikuti audit BPKP Sumut. “Saat ini, beberapa pimpinan SKPD sudah berada di Medan. Mereka secara bergantian akan mengikuti audit BPKP,” katanya.

Soal lamanya waktu audit, Bupati menyebutkan itu semua diserahkan kepada pihak auditor BPKP, namun harapannya kiranya bisa cepat selesai agar Pemkab dan DPRD bisa secepatnya menyusun dan membahasan Perubahan APBD tahun 2010 dan Rancangan APBD tahun 2010 dalam rangka menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik.”Kita harapkan audit BPKP bisa cepat selesai,” pintanya.

Ditambahkan, ada beberapa point saran BPKP Perwakilan Sumut kepada Pemkab Tapsel terkait defisit anggaran tersebut yaitu peninjauan kembali kegiatan pemerintah di tahun 2010 ini yang belum dikerjakan, melakukan penghematan keuangan daerah dan audit anggaran yang telah digunakan.

“Saran dari BPKP ini kita tampung dan akan dikaji secara serius. Semoga krisis keuangan ini dapat secepatnya teratasi dan pembangunan Tapsel dapat terus berjalan maksimal, “ujarnya.

Untuk diketahui, Jumat (15/10) lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Tapsel mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara di Medan.

Baca Juga :  Pelatih Timnas U-19: Kalau Mau Lolos, Semua Laga Harus Dimenangkan

Turut dalam rombongan kunjungan ke BPKP, Bupati dan Wakil Bupati Tapsel H.Syahrul M Pasaribu dan Aldinz Rapolo Siregar, para Asisten, Inspektur, Kepala Badan, Dinas, dan Kantor.

Sedangkan legislatif dipimpin Ketua DPRD Rahmat Nasution, disertai Wakil Ketua Abdurrasyid, Hasbin Sitompul, Tongku Makbul, para Ketua Fraksi, dan Ketua Komisi. Mereka diterima Kepala Perwakilan BPKP Sumut, Muhammad Yusuf.

Kedatangan mereka ke BPKP Sumut itu bertujuan meminta arahan bagaimana mengatasi kondisi keuangan daerah yang saat defisit sekitar Rp 91 miliar, sehingga tidak mengganggu birokrasi pemerintahan dan pembangunan daerah. (hih)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=72674:atasi-defisit-pemkab-tapsel-akan-pinjam-uang-ke-pihak-ketiga&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. defisit itu kan dikarenakan tidak tercapainya target pad, dana transper pusat dan propinsi dan dana hibah pusat yang angkanya sekitar 45 milyar. jadi kenapa harus ngutang?. target pendapatan daerah dari dana transper itu sesuai dengan estimasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan propinsi sehingga ditetapkan dalam apbd. sebagai bupati baru harus nya syahrul harusnya dana dana transper itu dikucurkan kembali. jadi kenapa harus ngutang ?. karena ngutang dan defisit itu sama sama beban bagi pembangunan, karena hutang harus dibayar dan pembayaran ditampung dalam apbd tahun tahun kedepan alias Tapsel \ tergadai\. lagi pula defisit itu juga terdapat sekitar 23,1 Milyar yang terjadi akibat dugaan korupsi yang kasusnya ditangani pihak penegak hukum.

    ditambah lagi, katanya defisit tapi kenapa beli mobil dinas baru ?

  2. semoga ini jadi bahan renungan buat pak Bupati yg baru, agar nantinya dalam pemerintahannya tidak terjadi lagi ” Hantu Defisit ” . Saya jadi teringat lagu Tapsel yang dikirimi bere saya…. Marudan mar las niari huta on doi baya …… bope dalan na marutang hubaen doi baya…. asal kon ma da inda targanggu birokrasi ni pemerintahan on …………………….oi baya,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*