Audit Anggaran APBD Palas – Disinyalir AdaPenyimpangan Pencairan Triwulan Pertama

PALAS-Aktivis Gerakan Rakyat Berjuang (GRB), Kabupaten Palas, Mardan Hanafi Hasibuan meminta Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) agar mengaudit APBD Kabupaten Palas Tahun Anggaran (TA) 2012 untuk triwulan pertama. Pasalnya, sebut Mardan, ditemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pencairan APBD Palas TA 2012 untuk triwulan pertama.

Dijelaskannya, APBD Palas TA 2012 ditemukan sebelum adanya payung hukum atau perda yang ditetapkan, namun anggarannya sudah dicairkan atau digunakan. Padahal, sesuai dengan Permendagri Nomor 13 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, harus memiliki payung hukum atau Perda. Tapi sesungguhnya ditemukan pada APBD Palas TA 2012 per bulan Pebruari dan Maret, ada anggaran dicairkan tapi tidak di Perdakan.

Bahkan, tuturnya, yang parahnya sebelum APBD disahkan, sudah ada anggaran yang dicairkan.
“Sehingga kita temukan adanya penyimpangan. Untuk itu BPK dan penegak hukum lainnya harus melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran ini, agar tidak ada kerugian negara atau pelanggaran terhadap pengelolaan keuangan daerah,” tegas Mardan baru-baru ini.

Sedangkan Kadis Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Anggaran Daerah (PPKAD) Palas, Risman K Harahap, mengatakan kalau APBD Palas sudah diperdakan, dan sudah disampaikan Perdanya pada Rabu lalu ke Kemendagri.

“Dan anggaran untuk kegiatan SKPD sudah dicairkan saat ini. Hanya itu saja yang bisa saya berikan komentar,” tukasnya. (jhonra)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  "Pansus Bukan Untuk Pengusaha, Tapi Rakyat"

1 Komentar

  1. aktivis gerakan rakyat berjuang (GRB)….kalau boleh bertanya, anda memakai nama “rakyat”, sebernarnya atas nama rakyat yang mana anda perjuangkan???. saya dengan yang lainnya sebagai salah satu rakyat Indonesia tidak pernah mengenal anda-anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*