Australia Rilis 2 Foto Objek yang Diduga Pesawat Malaysia Airlines

CANBERRA, KOMPAS.com – Otoritas keamanan maritim Australia atau the Australian Maritime Safety Authority (AMSA) merilis foto-foto satelit yang mendeteksi objek diduga puing pesawat Malaysia Airlines MH370.

Foto-foto tersebut memperlihatkan dua objek yang diperkirakan masing-masing dengan panjang sekitar 24 meter.

“Objek tersebut relatif tidak jelas. Saya mengindikasikan bahwa objek tersebut berukuran signifikan dan mungkin terendam dalam air dan naik-turun di atas permukaan laut,” kata pejabat AMSA John Young.

AMSA Foto satelit menunjukkan 2 objek yang diduga puing pesawat Malaysia Airlines.

Dia mengatakan, Australia telah mengirim pesawat untuk mengecek ke lokasi untuk memastikan apakah objek tersebut benar serpihan pesawat. Sejumlah kapal juga telah dikirim untuk menadai lokasi temuan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Tony Abbott telah mengumumkan di depan anggota parlemen bahwa objek tersebut kemungkinan berkaitan dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dan diduga menuju Samudera Hindia bagian selatan.

Pesawat jenis Boeing 777-200 milik Maskapai Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH370 hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing pada Sabtu (8/3/2014) dini hari. Pesawat tersebut membawa 239 orang penumpang termasuk 7 warga negara Indonesia.

Banyak spekulasi terkait hilangnya pesawat tersebut, namun dugaan terakhir pesawat dikuasai orang-orang yang berpengalaman menguasai teknologi pesawat. Awalnya pencarian dilakukan di sekitar Laut China Selatan, namun kemudian dialihkan ke Samudera Hindia setelah terdapat informasi bahwa satelit menerima sinyal keberadaan pesawat tersebut di sekitar Andaman beberapa jam setelah dilaporkan hilang.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kisah Pasangan Australia yang Hidup di Laut Lepas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*