Awak Kurang, Garuda Tak Terbang

google

Pembatalan penerbangan sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia tujuan dalam negeri, hari ini masih berlanjut. Setidaknya, ada tiga jadwal penerbangan tujuan Jakarta-Palembang, Jakarta-Medan, dan Jakarta-Balikpapan dari pagi hingga siang ini dibatalkan.

Pembatalan ini berlangsung sejak kemarin. Akibatnya, ratusan penumpang marah. Namun menurut juru bicara PT Angkasa Pura II Andang Santosa, hari ini kondisi di bandara internasional Soekarno Hatta sudah kembali normal. “Tidak ada gerombolan penumpang seperti semalam,” ujar Andang.

Padahal, menurut petugas officer in charge, Cecep Sutardi saat dihubungi pagi ini, “dari pukul 5.45 hingga pukul 10.00 ada tiga penerbangan Garuda yang dibatalkan.”

Menurut Cecep, pihak maskapai Garuda telah menjelaskan kepada pihak OIC, bahwa dibatalkannya sejumlah jadwal penerbangan itu karena pihak Garuda masih kekurangan awak pesawat. “Untuk itu pihak maskapai Garuda menyatakan minta maaf kepada seluruh calon penumpang,” katanya.

Pembatalan penerbangan ke tiga kota besar di Indonesia itu menyebabkan penumpukan penumpang di terminal II F. Para calon penumpang masih menunggu apakah mereka akan diberangkatkan dengan pesawat lain atau menunggu keputusan dari pihak managemen Garuda.

“Pesawat saya semestinya berangkat jam 8 tapi sejak tadi selalu disampaikan penundaan-penundaan,” ujar Rohani, (40) penumpang tujuan Palembang. Hingga kini, ia masih menunggu pemberangkatan dengan pesawat lainnya. “Kami dijanjikan akan naik pesawat lain pukul 12 siang ini,” katanya.

Baca Juga :  Carut Marut Pendidikan Di P.Siantar, Komisi E DPRD Sumut “Pasrah”

Sementara itu, Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Stephanus Gerrardus mengatakan, rasio jumlah pesawat dengan awak Garuda saat ini dinilai tak sebanding.

Masalah itu, kata dia, disebabkan tidak sinkronnya data pada transisi sistem lama ke sistem baru sehingga tak terintegrasi. Terdapat perbedaan data yang berakibat pada keterlambatan penerbangan.

Menurutnya, sistem informasi teknologi yang baru, tidak bisa memberikan pengaturan jadwal kru secara benar. “Contohnya kemarin saya landing dari Singapura jam 11 malam lalu ditelpon lagi disuruh bawa pesawat ke Medan. Setelah saya masuk ke pesawat ternyata sudah ada kru lain,” kata Stephanus.

Stephanus mengatakan data seluruh awak harus dimonitor dengan teliti. Sehingga, manajemen mengetahui awak yang tengah terbang maupun lepas tugas. “Jangan dadakan ditugaskan. Itu melanggar undang-undang dan membahayakan keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Menurut dia, Garuda saat ini memiliki jumlah pesawat yang berlebih. Mestinya, sejak tiga tahun lalu Garuda menambah jumlah awaknya. Penambahan rute penerbangan pun berakibat kekacauan jadwal. “Dalam keadaan normal, penambahan rute menyebabkan kekacauan. Ditutupnya operasi Bandara Adisutjipto Jogjakarta sebenarnya membantu kelancaran operasi Garuda,” katanya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti S. Gumay meminta maskapai penerbangan Garuda Indonesia segera menyelesaikan masalah jadwal penerbangan yang kacau.

“Hari ini masih ada laporan ke saya, pembatalan dan keterlambatan beberapa penerbangan. Saya minta hari ini Garuda menyelesaikan semua masalahnya dengan cara mengembalikan sistem TI ke manual. Kalau tidak beres juga, kami kasih peringatan,” kata Herry. (tempointeraktif.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Haru, Silvi Olivia Gagal Jadi Paskibra Karena Kakinya Diamputasi Setelah Ditabrak Truk

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*