Awas Lubang di Jalinsum Sipirok

SIPIROK-Kerusakan jalan lintas sumatera (Jalinsum) di wilayah Kecamatan Sipirok, Tapsel sudah semakin lengkap dan secepatnya membutuhkan perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah melalui instansi terkait untuk memperbaikinya.
Antisipasi ini perlu segera dilakukan pemerintah agar masyarakat dan pengguna jalan merasa nyaman melintasi fasilitas umum milik negera tersebut. Betapa tidak, selain ruas jalan Aek Sihoru-horu, Batu Jomba dan Aek Latong yang terus menjadi momok yang menakutkan bagi pengendara, tetapi di beberapa titik yang dianggap aman ternyata juga terus menebar ancaman bagi pengguna jalan, seperti di Purba Tua, Pangurabaan, Simaninggir, jembatan dekat Simpang SMAN 2 plus Sipirok, Baringin.

Bahkan yang terbaru dan mulai menampakkan kerusakan sekitar seminggu terakhir di Depan arela Tor Sibohi Nauli (TSN) Hotel, Sipirok. Pantauan METRO Minggu (5/6) beberapa pengendara selalu menghindar dari lubang tersebut, terkadang hampir terjadi tabrakan dengan kenderaan yang datang dari arah berlawanan akibat mencoba mengjindari lubang itu  karena posisinya berada persis di tikungan. Kondisi lubang bagi penguna jalan terutama sepeda motor sudah sangat membahayakan dan jika terus dibiarkan akan terus menebar ancaman kecelakaan lalu lintas.

“Kalau tidak salah, sudah seminggu terakhir keberaan lubang tersebut, tapi saya tak tahu penyebabnya. Hanya saja, kalau mau melintas, saya sudah ingat betul ada lubang. Tapi, sebaiknya kerusakan jallinsum tersebut diperbaikilah, karena  sangat mengancam apalgi berada persis di tikungan.” ujar Ali (40).

Baca Juga :  Pasar Gunungtua Menuju Pusat Perbelanjaan Terlengkap

Pengendara lainnya, Robert (32) juga mengatakan yang sama. “Malah saya pernah hampir disenggol truk karena terlalu di tengah jalan. Soalnya saya secera refleks menghindarkan lubang dan mengarah ke tengah jalan,” ucapnya Berdasarkan amatan METRO, penyebab adanya lubang tersebut adalah adanya rongga bekas saluran air di dalam tanah yang tertutup. Lubang yang berdiameter 3 cm dengan kedalaman sekitar 1 meter tersebut sangat membahayakan dan menunggu korban dan kerusakannya akan terus bertambah pasalnya disekeliling lubang aspal sudah mulai retak-retak. (ran/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*