Awas Stres! Smartphone Bikin Orang 24 Jam Terhubung dengan Pekerjaan

Jakarta, Bagi sebagian orang, perangkat portabel yang terhubung membebaskan mereka dari beban kerja di kantor. Pekerjaan yang lebih fleksibel diharapkan dapat memberikan waktu lebih banyak untuk dihabiskan bersama keluarga. Namun apakah kenyataannya seperti itu?

Bagi sebagian orang lainnya, smartphone menjadi sesuatu yang ‘mengontrol’ hidup. Seseorang tidak dapat lepas dan rileks dari perangkatnya karena bayang-bayang pekerjaan selalu mengikuti.

Dr Christine Grant, psikolog dari Centre for Research in Psychology, Coventry University, mengatakan bahwa faktanya selalu terhubung dengan pekerjaan dimanapun berada dapat memberikan rasa kegelisahan.

“Dampak negatif dari budaya selalu terhubung ini adalah pikiran Anda tidak dapat beristirahat. Anda tidak memberikan kesempatan pada tubuh untuk pulih dan selalu stres,” kata Grant seperti dikutip dari BBC, Sabtu (16/8/2014).

Grant mengatakan jika terus dibiarkan maka kesehatan fisik dan mental seseorang dapat terganggu. Menurutnya Grant, wanita lebih banyak menghabiskan waktu bekerja baik di kantor maupun di rumah mengurus keluarga sehingga lebih rentan terhadap stres.

Hal serupa juga dikatakan oleh Dr Alasdair Emslie, presiden dari Society of Occupational Medicine. Emslie mengatakan bahwa setiap tahun di Inggris sekitar 400 ribu orang menderita stres pada tingkat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

“Perubahan dalam teknologi menjadi faktor penyumbang, terutama jika ini membuat karyawan merasa tidak mampu mengatasi tuntutan peningkatan pekerjaan,” kata Emslie.

Baca Juga :  Tips Hindari Sakit Punggung Saat Tidur

Kesimpulannya adalah cobalah matikan teknologi di sekitar jika sedang libur kerja. Kedisiplinan diri menggunakan teknologi harus disertai pada budaya kerja yang fleksibel. Grants mengatakan, jika ada masalah pekerjaan, seharusnya masalah bisa diselesaikan oleh orang lain tidak hanya satu orang.

/health.detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*