Ayam Paniai Disuntik AIDS Hanya Provokasi

1228341p Ayam Paniai Disuntik AIDS Hanya ProvokasiBeredarnya pesan singkat atau SMS di masyarakat Papua bahwa ada pemusnahan ayam dan babi yang sengaja disuntik virus HIV/AIDS di Enarotali, Kabupaten Paniai dinilai hanya provokasi dan memutarbalikkan fakta. Isi pesan itu dinilai menyesatkan dan tidak benar.

Berikut ini pesan singkat yang beredar pada hari Minggu (19/12/2010) sore kemarin:

“Info buat seluruh orang Papua asli. Hr ini di kota Enarotali Paniai. Masyarakat ramai2 memusnakan ayam potong, kulkas dan babi dari orang pendatang, krn ada ketahuan darah penyakit AIDS dr manusia di suntik dlm ayam bahkan daging babi dlm kulkas. Sebarluaskan keseluruh masyarakat di tanah papua.”

Dihubungi terpisah Kepala Polres Paniai Ajun Komisaris Besar Jannus P Siregar dan Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Wachyono, Senin (20/12/2010) mengatakan, isu dalam SMS itu tidak dapat dipercaya. Jannus menjelaskan duduk perkaranya dimulai Minggu pagi saat seorang warga pribumi membeli seekor ayam potong senilai Rp 50.000 dari seorang pedagang asal Sulawesi Selatan.

Saat dibawa ke rumah, pembeli ini melihat ada darah beku berwarna biru kehitaman pada daging ayam. Menurut Jannus adalah lumrah. Pembeli keberatan dengan kondisi daging ayam itu. Alhasil, ayam ini dikembalikan dan meminta penjual mengembalikan uangnya.

Saat uang dikembalikan, pembeli ini malah berteriak-teriak menyatakan kalau ayam itu berisi racun dan disuntik formalin. “Karena diprovokasi, warga pribumi lainnya ikut-ikutan merusak dan menjarah ayam sayur yang diperkirakan mencapai 800 hingga 1000 ekor. Beberapa pedagang lain juga menjadi korban. Para pedagang ayam ini sudah melaporkan ke kepolisian,” ungkap Jannus.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Mantan Dirjen Dukcapil Irman Tersangka Baru E-KTP

Ihwal nama-nama pedagang dan pembeli, Jannus mengaku lupa dan belum bisa melihat laporannya karena masih di Gedung DPRD Paniai.

“Namun situasi saat ini sudah tenang dan aman serta kondusif. Warga telah beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Wachyono meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan mengecek kebenaran dengan pikiran dingin serta akal sehat.

“Jangan gampang terprovokasi, mari kita ciptakan tanah Papua yang damai. Kalau ada isu, dicerna dulu dengan akal sehat supaya tidak mudah terpancing emosi,” saran mantan Kepala Sekolah Polisi Negara Jayapura ini. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*