Bachrum Dituduh Korupsi Miliaran, Uang Hasil Korupsi Diduga Danai Anak Menuju Sidimpuan I

Medan-ORBIT: Andar Amin putra Bupati Paluta Bachrum Harahap, hanya menjabat Kabag Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Padang Lawas Utara (Paluta).

Jika ditinjau dari pendapatannya (gaji,red) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), mustahil rasanya Amin berani bermimpi apalagi sampai maju mencalonkan diri sebagai Walikota Padangsidimpuan.

Keadaan itu pula yang membuat Mahasiswa Paluta Bersatu (MPB), Kamis (20/9), menuding uang hasil dugaan korupsi APBD Bachrum Harahap, mengalir untuk pencalonan putranya, Andar Amin Harahap menuju kursi Walikota Padangsidimpuan.

“Kita tinjau saja berapa gaji Andar Amin sebagai Kabag Mutasi. Apakah masuk diakal bisa mencalonkan diri menuju kursi Sidimpuan I. Mustahil,” kata Koordinator aksi MPB Nuamir Habibi Tanjung saat berorasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Senin (20/9).

Habibi membeberkan, di semua sudut Kota Sidimpuan bertebaran atribut kampanye, seperti spanduk dan baliho milik Andar Amin.

“Dari mana sumber dananya, jika bukan dari ayahnya Bachrum Harahap. Kuat dugaan uang hasil korupsi Bachrum mengalir untuk pencalonan Andar Amin,” tegas Habibi.

 

Proyek Masjid Dimark-up

Di bagian lain, Habibi menuntut Kejati Sumut segera memproses dugaan korupsi APBD 2002-2004 senilai Rp7,5 miliar diduga melibatkan Bachrum Harahap saat menjabat Ketua DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dalam kasus itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidimpuan telah menetapkan Bachrum Harahap sebagai tersangka. Tetapi, sebut Habibi, tidak ada kelanjutan kasus tersebut.

Baca Juga :  Nota Jawaban Pj Bupati Madina Tak Masuk Akal

Habibi menambahkan, saat menjabat sebagai Bupati Paluta, Bachrum Harahap kembali terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.

Di antaranya, dugaan penyelewengan APBD 2009 senilai Rp1,5 miliar, proyek fiktif pertapakan kantor bupati, dan proyek padat karya di Dinas Kemenakertrans.

Selanjutnya, dugaan korupsi Bina Sosial (Binsos) Provinsi Sumut untuk Kabupaten Paluta sebesar Rp97 miliar, yang hingga kini tidak terealiasasi.

Lebih parah, tandas Habibi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan mark-up proyek pembangunan Masjid Rasa Gunung Tua. Untuk itu, dia mendesak Kejati dan Polda Sumut  segera menuntaskan dugaan Bachrum Harahap.

“Kasus ini harus dituntaskan. Bayangkan, proyek Masjid Gunung Tua saja di mark-up. Astaqfirullah.  Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan terhadap Kejati dan Polda Sumut,” kata dia. Om-15

Sumber: www.harianorbit.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Cocok, saran layak didukung. Silahkan salurkan ke wartawan Harian Orbit di Tapsel/Psp si Balyan Kadir, agar dia bisa bisa buat news cover bothside.

  2. Mengapa yang di kiritik hanya Bupati Paluta, bukankah anak dari Walikota medan juga ikut jadi Kandidat Kota Padangsidimpuan ? sebagai penghantar berita maunya semua di beberkan kepada Publik agar masyarakat kota Padangsidimpuan Mengetahui Tentang Kandidat Kandidat yang diduga terindikasi KORUPSI . Mari Kita sama-sama Membasmi KORUPTOR.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*