Badan Narkotika Provinsi Sumut Mencatat 334 Pegawai Pemprovsu Terlibat Narkoba

Pengguna narkoba suntik IDU imagelarge Badan Narkotika Provinsi Sumut Mencatat 334 Pegawai Pemprovsu Terlibat NarkobaBadan Narkotika Provinsi Sumatera Utara mencatat adanya 334 aparatur pemerintahan di daerah itu yang terlibat dalam peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba dalam tujuh tahun terakhir. “Itu data yang tercatat di kepolisian dari tahun 2004 hingga akhir September 2010,” kata Sekretaris Badan Narkotika Provinsi (BNP)  Sugiarto di , Kamis.

Sugiarto mengatakan, sebanyak 334 aparatur pemerintahan yang terlibat narkoba itu berasal dari TNI, Polri dan pegawai negeri sipil (PNS) dari berbagai instansi.

Dari data yang tercatat di Direktorat Narkoba Polda Sumut itu, aparatur pemerintahan yang paling banyak terlibat dalam peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba tersebut adalah PNS dengan jumlah 135 orang.

Ia merincikan, delapan orang (2004), 19 orang (2005), 14 orang (2006), 21 orang (2007), 29 orang (2008), 29 orang (2009), dan 15 orang (hingga September 2010).

Kemudian, oknum Polri dari berbagai satuan yakni 10 orang (2004), 22 orang (2005), 14 orang (2006), 11 orang (2007), 30 orang (2008), 30 orang (2009), dan 13 orang (hingga September 2010).

Sedangkan oknum TNI sebanyak 69 orang yakni empat orang (2204), 11 orang (2005), 14 orang (2006), sembilan orang (2007), 13 orang (2008), 14 orang (2009), dan empat orang (hingga September 2010).

Secara keseluruhan, tersangka yang terlibat dalam peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Sumut selama tujuh terakhir sebanyak 23.680 orang.

Baca Juga :  Kerukunan Antar Umat Beragama di Sumut Baik

Selain oknum aparatur pemerintahan itu, terdapat 23.346 tersangka lain yang terdiri dari pegawai swasta (4.319 orang), pelajar (681 orang), mahasiswa (443 orang), pengangguran (13.240 orang), dan buruh (4.663 orang).

Jumlah tersangka itu didapatkan dari 16.965 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang juga terjadi dalam tujuh tahun terakhir.

Ia merincikan, heroin (dua kasus), morfin (dua kasus), ganja (11.077 kasus), putauw (358 kasus), sabu-sabu (4.526 kasus), ekstasi (850 kasus), dan obat berbahaya lain (150 kasus). (ant/int) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*