Bagaimana Sosialisasi lalu lintas kota Padangsidimpuan????

Pos Polisi kota Padang Sidimpuan yang terletak di jalan merdeka dekat lampu merah kota yang bersampingan dengan  alun alun kota Padangsidimpuan menjadi kawasan pengawasan penertipan pengemudi  kedaraan roda dua maupun roda empat yang melintas bagi oknum aparatur lalu lintas kota Padangsidimpuan.

Pada saat Lampu rambu-rambu lalu lintas yang terletak di depan poskota lalu lintas menunjukkan lampu berwarna merah oknum polisi akan berjalan mengecek kelengkapan kendaraan para pengemudi yang sedang antri,ketika kendaraan yang di gunakan pengemudi kurang lengkap maka pada saat antrian di lampu merah itu juga oknum polisi akan meminta surat-surat kelengkapan  kendaraan bagi si pengemudi,seperti yang di alami seorang karyawan perusahaan swasta yang bernama erikson yang sedang antri karena lampu merah.

Pada saat okum yang bernama bapa pane meminta kelengkapan kendaraan sepeda motor dari karyawan di tengah tengah antrian lalu karyawan itu mengatakan:Pa di sini banyak kendaraan antri,bisakah saya pinggirkan kreta saya ke depan pos???Lalu bapa pane menjawab dengan nada sedikit keras tidak kamu nanti lari.Lalu karyawan swasta itu menggiring sepeda motor nya ke depan pos lantas kota padang sidimpuan dari barisan antrian lampu merah yang sedang berlangsung.

Setelah kereta di parkirkan karyawan di depan pos lantas, Bapa pane membawa karyawan menghadap kepada Brigadir Idrus Sihite untuk di periksa kelengkapan surat-surat mulai dari SIM si karyawan dan juga STNK  ya.Lalu si karyawan menunjukkan kelengkapan kendaraan nya,sambil di tanyai apa masalah nya kamu di bawa ke sini,lalu si karyawan menjawab,Maaf pa saya kurang tau,tadi waktu saya antri menunggu lampu merah berubah menjadi hijau saya di hampiri bapa pane yang bertujuan supaya saya menunjukkan kelengkapan surat-surat saya.

Baca Juga :  SARAN UNTUK SPONSOR APAKABARSIDIMPUAN.COM

Lalu karyawan itu di suruh pa Idrus menayakan masalahnya kepada pa  pane,Kemudian dengan sedikit nada keras pa Pane menjawab dari luar ruangan  : Masalah nya Plat BB kreta belakangnya tidak ada,kemudian pa idrus bertanya kepada karyawan:Knapa Plat Belakang nya tidak ada???lalu karyawan menjawab:Pa tadi mur belakang plat BB nya kelepasan satu di saat saya sedang menenteng parabola indovision dari pada platnya jatuh saya buka pa .Lalu pa idrus berkata Kalau gitu SIM mu Kita Tilang aja langsung,Lalu si karyawan menjawab: Pa tidakkah ada cara lain bagi saya misalnya saya mendapatkan sosialisasi atau peringatan untuk memasangkan plat BB kereta saya tampa langsung di jatuhi pasal tilang buat Saya?Apa??Sosialisasi katamu??sudah cape saya sudah sebulan kami memberikan sosialisasi sama masyarakat kota padang sidimpuan  lewat media elektronik yaitu radio maupun media cetak yaitu koran ataupun spanduk.Lalu si karyawan bertanya:Berarti pa setiap orang /pengemudi kendaraan yang kurang lengkap kendaraanya akan langsung di jatuhkan pasal tilang walaupun surat surat nya lengkap smua tampa bisa mendapatkan pembinaan secara langsung dari orang bapa?? Lah iyalah  jawab pa Idrus .Lalu surat tilang di buat dengan pasal yang dimana isi pasal dari tilang itu hanya Oknum polisi aja yang tau yaitu  pasal yang tertulis 280 psl 68(1).

Setelah di tilang lalu si karyawan mengambil SIM nya ke POLRES KOTA Padangsidimpuan,yaitu tepatnya keruangan tilang.Yang dimana karyawan berurusan dengan seorang POLWAN yang bertugas menyimpan berkas-berkas tilangan Aparat lantas di lapangan,lalu karyawan bertanya kepada POLWAN tersebut: Bu knapa ya penjabaran dari pasal tilang yang di berikan Tidak ada penjelasan tertulis secara terperinci???Jawab nya : Karna kalau di tuliskan pun secara tertulis bunyi pasal tersebut masyarakat tidak akan mengerti??oh gitu ya bu,lalu setelah karyawan membayar tilang,karyawan itu bertanya lagi??bu setelah saya bayar tuntutan tilang sim saya tidak kah saya bisa mendapatkan bukti pembayaran Tilang dari orang Ibu??jawab nya: OH itu tidak ada. (E-mail)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Surat Dari Tano Tombangan - Suara Masyarakat Tano Tombangan

2 Komentar

  1. Ah…. apa tulisan ini benar ???? setau saya Polisi Lalu lintas di Sidempuan ini paling buruk citranya dan cuek dengan segala macam tetek bengek perlalulintasan makanya lalu lintas semrawut kayak dihutan begitu. Mana ada Lampu merah, hijau atau kuning yang dituruti ? cobalah anda berhenti dilampu merah ( kecuali didepan Pos Kota itu ) maka anda akan diteriaki orang dari belakang diteriaki …heiiiiiiiiii…. otooooo… majuuuuuuu…. bah ! kemudian, adakah yang ABG dengan kereta ” Mio ” goncengan dua atau tiga yang mempunyai SIM, STNK, Helm, kebut-kebutan dengan zig zag ? Saya yang terbiasa tertib lalu lintas malah diketawain oleh bere-bere saya kalau ke pasar pakai helm. Pertanyaannya, kalau terjadi kecelakaan antara yg memakai kendaraan dengan tertib ( pakai Helm, SIM, STNK, plat nomor lengkap ) dengan yg tidak tertib ( tidak pakai SIM, STNK, Ngebut, anak dibawah umur , plat nomor tidak ada ) siapa yang salah ? BIASANYA jalan keluarnya MARDAME… MARDAME… MARDAME MA HITA tak ada UU atau hukum apapun yg dipakai. Oh… Polisi apanya kerja kau ini ? apa cuma butuh duit pungli aja baru kau mau kerja ?????

  2. hahahahahahahaaaha.saya ketawa membaca isi email yg dikirim buat apakabarsidimpuan ini.. Polisi… polisi… Perut BUNCIT, muka kusut berminyak tanda tak pernah beribadah, backing hiburan valentine dan kafe remang2… waduuuhh masih banyk yg negatif lainnya..
    Kpn sih polisi benar2 mengayomi, melindungi masyarakat???
    I just wanna say, WKWKWKWKWKWKWK

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*