BAH….PAGAR AHA DO I AMANG…..???? untuk Renovasi Pagar Istana Presiden Butuh Biaya 22,5 Milyar….

www.detiknews.com

BAH....PAGAR AHA DO I AMANG.....????

Jakarta – Renovasi terhadap pagar Istana Presiden dan Wakil Presiden menuai kritik. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang meloloskan anggaran tersebut juga dipersalahkan.

“Kami menyayangkan badan anggaran DPR juga meloloskan proyek tersebut. Ini sepertinya tidak pro rakyat sama sekali,” kata peneliti hukum dan politik anggaran Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam kepada detikcom, Minggu (17/1/2010).

Atas permohonan Menteri Keuangan Sri Mulyani, pembangunan pagar sebesar Rp 22,5 miliar ini telah disetujui oleh Panitia Anggaran DPR. Persetujuan ini dicapai dalam hasil rapat Badan Anggaran DPR dengan Sri Mulyani di Gedung DPR Selasa 3 November lalu.

“Tahun lalu Menkeu sudah mengajukan anggaran dan masuk ke dalam APBN-P 2009 dengan posisi kebutuhan mendesak. Padahal itu tidak mendesak sama sekali,” kata Roy.

Roy menilai renovasi terhadap pagar Istana tidak perlu. Karena jika alasannya adalah keamanan, Polri dan pihak Istana berkoordinasi untuk lebih mengamankan Istana dan sekitarnya. “Pembangunan pagar ini nggak rasional. Dengan situasi seperti ini kenapa harus anggarannya sebesar itu,” kritiknya.

“Kalau sampai Istana ditutupi dengan biaya Rp 22,5 miliar, ada apa sebenarnya di dalam Istana?” tanyanya.

Pagar Istana Rp 22,5 M
ICW: Mobil, Pagar Istana, Pesawat Presiden Kebijakan Eksistensialis
Lia Harahap – detikNews

Jakarta – Pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) makin menunjukkan sikap eksistensialis. Kebijakan-kebijakan tak populis terus dikeluarkan meski banyak penolakan.

Beberapa kebijakan seperti pengadaan mobil mewah, pagar Istana, serta pengadaan pesawat pribadi Presiden dianggap sebagai kebijakan satu paket untuk menunjukkan eksistensi Presiden.

“Pemerintahan sekarang ini semakin menunjukkan eksistensinya saja. Selepas masalah mobil mewah, sekarang menjadi isu pagar Istana. Saya rasa ini adalah satu paket yang dibuat oleh pemerintahan sekarang. Ditambah lagi adanya kabar adanya pesawat pribadi untuk SBY,” kata Kepala Divisi Politik ICW Abdullah Dahlan di kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (17/1/2010).

Pengajuan anggaran tersebut, menurut Abdullah, tampaknya sengaja diajukan akhir tahun pada masa injury time. Ini sengaja dilakukan agar Badan Anggaran DPR tidak punya waktu yang cukup untuk menganalisis anggaran-anggaran yang sifatnya pemborosan tersebut.

“DPR harusnya jeli dan berani melihat bahwa pembangunan yang satu paket ini bukanlah prioritas dan diinginkan rakyat. Dengan adanya pembangunan ini justru menimbulkan kesan negatif pemerintah di mata masyarakat,” paparnya.

Kalau sekadar alasan faktor keamanan, menurut Abdullah, bukan begini caranya. Untuk mengamankan Istana harusnya lebih banyak berkordinasi dengan Polri, bukannya meninggikan pagar.

“Ini anggaran juga terlalu besar untuk sebuah pagar saja,” keluh Abdullah.

Pemerinah saat ini diangap Abdullah terlalu ambisius. Apa yang disampaikan dahulu kepada publik ternyata hanya tinggal wacana. Dia pun berharap agar Presiden SBY memberi catatan keras dan mempertanyakannya kepada Badan Anggaran yang meloloskan proyek tersebut.

“Karena sebagai penanggungjawab atas anggaran, SBY seharusnya mengingatkan, jika memang dia benar. Kalau ada hubungannya dengan ini, ya pantaslah memang pemerintahan ini hanya sekadar pemerintahan wacana,” pungkasnya.

(anw/Rez)
(anw/nrl)

Minggu, 17/01/2010 14:48 WIB
Telan Rp 22 M, Pagar Istana Makin Tinggi Saja
Anwar Khumaini – detikNews

Jakarta – Jika Anda melewati sepanjang Jl Veteran, Jl Juanda dan Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pasti akan melihat suasana beda. Tampak berdiri kokoh pagar setinggi kurang lebih 3 meter mengelilingi kompleks Istana Presiden.

Pembangunan pagar tersebut telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Saat pembangunan pagar yang memisahkan kompleks Istana dengan ruang publik ini berlangsung, ratusan seng dipajang untuk menutupi proses pembangunan. Tapi kini, pagar besi kokoh tersebut sudah bisa dinikmati.

Sebelumnya, pagar yang mengelilingi Istana cuma setinggi kurang lebih satu meter saja. Pagar tersebut semakin tidak tampak lantaran berjajar dengan tanaman rindang yang biasanya juga berfungsi sebagai pagar tanaman. Namun setelah pagar baru dibangun, tanaman itu sudah tidak ada lagi.

Atas permohonan Menteri Keuangan Sri Mulyani, pembangunan pagar ini telah disetujui oleh Badan Anggaran DPR . Persetujuan ini dicapai dalam hasil rapat Badan Anggaran DPR dengan Sri Mulyani di Gedung DPR Selasa 3 November lalu.

Total biaya untuk merenovasi pagar tersebut mencapai Rp 22,581 miliar. Dana sebanyak itu mencakup penyediaan dana untuk keperluan renovasi pagar halaman dan pemasangan alat sekuriti di lingkungan Istana Kepresidenan dan Wakil Presiden.

Jika dulu orang dewasa bisa melompati pagar tersebut, jangan harap hal serupa juga bisa dilakukan sekarang. (anw/nrl)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*