Bah….. RSUD Sidimpuan Primadona PAD, Tapi Tanpa Direktur, Bak Anak Ayam Kehilangan Induk

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) merupakan salah satu primadona penyumbang Pendapatan Asli Daerah ( PAD) bagi Pemko Padangsidimpuan. Antara lain dari biaya pasien yang berobat jalan dan sarana perparkiran.

Namun sejak 8 bulan terakhir, pegawai, aktivitas birokrasi, dan pelayanan di RSUD Padangsidimpuan seperti anak ayam kehilangan induk. Pasalnya, selama kurun waktu tersebut tidak ada direktur atau pimpinan depetnitifnya.

Hanya Sekda Kota Padangsidimpuan, Sarmadhan Hasibuan yang kini ditimpa banyak masalah sebagai pelaksana tugas (Plt). Akibatnya, roda perjalanan organisasi di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) khusus pelayanan kesehatan itu tidak maksimal.

Hal ini dikhawatirkan mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat dan proses pencapaian target PAD. Sepekan terakhir, setiap hari jumlah pengunjung rumah sakit itu berkisar 300 orang.

Di RSUD Padangsidimpuan, kutipan parkir sebesar Rp1.000 per kendaraan dan jika dikalikan sebulan diperkirakan mencapai Rp 9 juta per bulan. Akibat kurang maksimalnya birokrasi, dikhawatirkan setoran parkir itu tidak benar-benar tersalurkan ke tempat penyetoran yang semestinya.

Sementara untuk pucuk pimpinan di RSUD tersebut, masyarakat masih bertanya-tanya. Kenapa sampai 8 bulan tidak ada satupun pejabat yang dianggap mampu untuk mejadi direktur RSUD tersebut.

Kemanakah putra-putri Kota Salak itu, ada apa dibalik kekosongan jabatan Direktur RSUD tersebut ? Begitu banyaknya putra-putri terbaik di daerah ini yang menyandang gelar di bidang kesehatan, namun tak satu pun yang dianngap mampu memimpin RSUD itu.

Baca Juga :  Desa di Paluta belum merdeka

Seorang pegawai bagian administrasi menjelaskan, RSUD itu sudah 8 bulan kekosongan jabatan direktur. “Saat ini hanya wakil direktur yang menopang roda organisasi pelayanan dan birokrasi serta pencapaian target PAD RSUD. Sementara Plt Direktur Sramdhan Hasibuan, sibuk memenuhi panggilan kejaksaan untuk dimintai keterangan seputar kasus-kasus dugaan korupsi,” ujar pegawai yang tak mau disebutkan namanya itu.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=119015:rsud-sidimpuan-primadona-pad-tanpa-direktur&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*