Bahan Roket Ditemukan di Rumah Otak Pelaku Teror

Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri saat menggerebek rumah terduga teroris Arif di Jalan Suratno No 11, Cirebon, kemarin.

JAKARTA – Anggota Detasemen 88 Antiteror (Densus 88) Mabes Polri menemukan bahan peledak saat menggeledah rumah milik terduga otak pelaku aksi teror,Pepi Fernando, di Jalan Seruni II/ 14, Blok CE, RT 08/19,Kompleks Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. Di antara bahan peledak, terdapat granat dan bahan pembuat roket.

”Ditemukan barang bukti satu granat nanas,sebuah campuran adonan bahan peledak diameter 3 cm, serta cashing bom model roket yang belum terisi,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta kemarin. Mabes Polri menduga Pepi sebagai otak pelaku rencana aksi teror peledakan bom di Gading Serpong, Tangerang, Banten.Polisi menangkap Pepi di Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (21/4), serta 19 tersangka diduga jaringan teroris di beberapa lokasi.

Setelah penangkapan, polisi menemukan bom berdaya ledak tinggi di jalur pipa gas dekat Gereja Christ Catedral, Gading Serpong, Tangerang, Kamis (21/4) pagi. Menurut Boy, polisi menemukan bom model kaleng lima buah dan satu buah sudah siap dengan isi pada penggeledahan Sabtu lalu (23/4),sedangkan bahan bom yang sudah jadi ada dua buah.Termasuk cashing bom model kotak satu buah serta sebuah solder, potongan pipa besi, dan timerjam dinding. ”Selanjutnya barang bukti berbahaya diserahkan unit penjinak bom Gegana untuk dinonaktifkan.

Adapun bahan yang lain akan dianalisis Tim Labfor Mabes Polri,” tandas Boy. Penggeledahan dilanjutkan kemarin pukul 13.00.Tim Densus 88 ditemani Ketua RW setempat Tri Hari. Lima anggota Densus berpakaian preman menggunakan senjata lengkap ini masuk ke dalam rumah dua lantai tersebut. Sekitar lima menit setelah masuk ke dalam rumah, Densus 88 keluar menenteng benda sepanjang kurang lebih 1 meter dengan dibungkus rapi dan diikat dengan tali plastik berwarna hijau dan biru, sedangkan petugas yang lain juga membawa bungkusan plastik berwarna putih.

Ketua RW 19 Tri Hari mengatakan, Densus 88 hanya melakukan penggeledahan di gudang rumah keluarga Alwi yang baru dikontrak sejak satu bulan terakhir ini.”Benda yang dibawa sepanjang 1 meter itu mirip gardan mobil dan ditemukan dalam gudang,” ungkapnya. Tri menambahkan, selaku ketua RW dirinya juga meminta agar Densus kembali menyisir rumah tersebut hingga benar-benar dinyatakan steril dari benda-benda yang sangat membahayakan keamanan warga sekitar.

Baca Juga :  Ketua DPR: Penangkapan Susno Akan Bikin Warga Takut Melapor

Gerebek Rumah Arif

Densus 88 kemarin juga menggerebek sebuah rumah di Jalan Suratno No 11,RT 01/01, Cirebon, Jawa Barat. Mereka menangkap penghuni rumah tersebut, Arif alias Dede, karena diduga terkait jaringan terorisme Muchamad Syarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Al-Dzikra Mapolresta Cirebon tanggal 15 April lalu. Menurut keterangan warga setempat, Dede yang seharihari menjaga gerai pulsa Azzahra Cell di depan rumahnya dibawa anggota polisi sekitar pukul 13.00 WIB.

”Saya melihat Dede dibawa beberapa anggota polisi, tidak lama kemudian petugas menutup jalan dengan garis polisi dan warga dilarang mendekat,” kata Reza,warga setempat. Sekitar dua jam anggota Densus 88 dengan penutup wajah dan dilengkapi senjata laras panjang berjaga-jaga di depan rumah Dede dan sebagian lagi tampak dari jauh mondar-mandir di dalam rumah seperti sedang melakukan identifikasi. Ibu Dede, Juju Juariyah, mengaku tidak mengetahui alasan polisi menangkap anak sulungnya tersebut.

Menurutnya, Dede adalah anak yang baik dan setiap hari berada di rumah menjaga gerai ponselnya. ”Anak-anak saya baik,terbuka, dan tidak macam-macam,” kata Juju saat dijemput anggota Polresta Cirebon dari rumah tetangganya. Seusai penggerebekan pukul 15.00 WIB, tampak petugas membawa sejumlah barang yang diambil dari rumah Juju dalam beberapa tas dan koper ke dalam mobil identifikasi. Tak ada seorang petugas pun yang bersedia memberikan pernyataan mengenai penggerebekan tersebut.

Namun berdasarkan keterangan salah seorang anggota Polresta Cirebon yang tidak bersedia disebutkan namanya, penangkapan Arif diduga terkait dengan pelaku bom bunuh diri di Masjid Al-Dzikra Kompleks Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4). Dari penggerebekan tersebut tampak petugas membawa ibu Dede dan istrinya yang mengenakan pakaian serbahitam bercadar serta dua anak laki-lakinya ke Mapolresta Cirebon.

Sementara itu, polisi kembali memeriksa isi rumah kontrakan Darto, tersangka teror bom buku, di wilayah Pondok Kopi,Jakarta Timur,untuk memastikan tidak ada bom atau bahan peledak lainnya. Satu tim polisi kembali mendatangi rumah kontrakan Darto kemarin. Satuan Gegana memeriksa rumah kontrakan Darto di Kampung Rawadas RT1/RW 03 Pondok Kopi. Hasilnya petugas tidak menemukan bom atau bahan peledak. Sebelumnya beredar kabar bahwa di bawah lantai kontrakan itu terdapat bom berdaya ledak tinggi.

Baca Juga :  Polisi-Mahasiswa Adu Jotos

Dalam penyisiran, polisi tidak menemukan bom di lokasi tersebut.Tidak hanya di rumah kontrakan, polisi juga menyisir daerah sekitar kontrakan. Menurut Kapolsek Duren Sawit,Kompol Titik Setyawati pada saat pembongkaran rumah Darto hanya ditemukan jam dinding. “Saat itu hanya ada jam dinding dan rembesan air, tidak benar kalau ada bom di dalam rumah,”ungkapnya. Pasca-penyergapan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror, Kamis (21/4), suasana sekitar rumah Darto kini sudah terlihat normal. Aktivitas warga sekitar pun sudah seperti biasa.

Menurut Murafih,74,Ketua RT 01/Rw 03 yang juga sebagai saksi,sebelum pembongkaran, dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh lantai kontrakan oleh tim Gegana yang berpakaian antiledakan dengan menggunakan metal detector.“ Tapi enggak ada bunyi apa-apa waktu diperiksa,terus yang dikira lubang itu dibongkar,” katanya. Setelah sekitar 15 menit melakukan pembongkaran, ternyata petugas tidak menemukan apa pun.

Tindak Tegas

Menghadapi aksi terorisme akhir-akhir ini, mantan Ketua MPR Amien Rais meminta pemerintah beserta aparat keamanan bertindak tegas. Menurut dia,dalam mengatasi tindakan-tindakan radikal, semua pihak harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan bagi masyarakat yang mengetahui harus secepatnya melaporkan, jangan sampai menjadi besar. ”Anak bangsa harus ikut ambil bagian dalam menangani masalah teroris di Tanah Air ini.

Teroris harus diberantas sampai akar-akarnya karena ini merugikan kita semua, termasuk negara,” kata Amien Rais di Solo kemarin. Menurut dia, ajaran teroris tidak ada sedikit pun dalam agama apa pun. ”Kita tidak boleh membiarkan tindakantindakan seperti itu dan ini harus diberantas. Membunuh satu orang hukumnya sama saja membunuh satu miliar orang,maka teroris harus tetap diberantas,”katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*