Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Dan Trans Tapsel – Sejak 2009 Terlantar dan Mubajir

SIPIROK-Netah karena alasan apa, gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans), Tapsel belum difungsikan.

Saat ini kondisi gedung yang dibangun tahun 2009 tersebut terlantar tanpa perawatan dan terkesan mubajir.
Pantauan METRO Rabu (21/2), gedung BLK terlihat bercat putih tampak megah dan mentereng terdapat di Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok. Posisi gedung berukuran sekitar 15×25 meter per segi berada di ketinggian sehingga keberadaannnya tampak jelas walau dari jauh.

Wartawan koran ini mencoba mendekat dari persimpangan Jalinsum Sipirok-Tarutung Km 8, sekitar 200 meter jalan Dusun Aek Latong yang aspalnya juga sudah kupak kapik. Lalu terus menelusuri jalan telport sekitar 400 meter hingga sampai ke depan gedung.

Dari kodisi jalan yang belum memadai, tentunya pemerintah masih berfikir keras untuk membenahi infrastruktur dalam memanfaatkan fasilitas yang dibangun dari uang negara itu. Buktinya, di depan gedung, belum ada tanda-tanda difungsikan.

Beberapa pintu tampak mengalami kerusakan, kotoran hewan juga berserakan di lantai. Di samping itu, bagian plafon gedung juga sudah rusak dan lepas. Belum lagi gerusan tanah di halaman yang membuat permukaan tanah tidak rata, serta rerumputan yang mulai tumbuh liar, menandakan gedung tak pernah dimanfaatkan dan terkesan ditelantarkan.
Beberapa warga yang melihat gedung itu sangat menyayangkannya, karena kondisi gedung terkesan di biarkan.

Baca Juga :  Pembangunan Museum Purbakala Di Kota Padangsidimpuan Diduga Korupsi

“Sangat disayangkan sikap pemerintah yang membangun fasilitas, namun tak memungsikannya bahkan tak merawatnya. Akibatnya, kondisinya sudah mulai rusak begini,” ucap B Siregar (48) dan A Ritonga (56) kepada METRO.

Kepala Disnakertrans Pemkab Tapsel, Syamsul Bahri Siregar kepada METRO Rabu (21/2) melalui SMS mengatakan, gedung itu adalah Kantor BLK Kabupaten Tapsel yang hingga kini belum memiliki fasilitas pendukung untuk difungsikan.
“Itu adalah kantor BLK yang harus dilengkapi dengan workshop, peralatan pelatihan, asrama, perumahan dinas instruktur, dukungan dana pelatihan dan sebagainya. Semuanya ini belum ada kecuali gedung tersebut. Entahlah sampai kapan itu akan lengkap, yah kita bersabar saja,” jawabnya.

Hal yang sama dikatakannnya pada awak koran ini Sabtu (25/2) usai mengikuti Musrembang Kecamatan di Sipagimbar, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH).

“Memang begitulah kondisinya, dan masih membutuhkan sarana dan prasarana pendukung lainnnya agar bisa di fungsikan,” sebutnya. (ran/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*