Balawan: Saya Bukan Kolektor Gitar

Pergi ke kota mana pun di luar negeri, I Wayan Balawan (37) berusaha menyempatkan diri pergi ke toko gitar. Dalam tur musik pertamanya di AS, yang sudah berjalan sejak menjelang akhir Februari 2011 dan baru akan berakhir pada akhir Maret 2011, gitaris ini juga mampir ke toko-toko gitar.

0536086620X310 Balawan: Saya Bukan Kolektor Gitar
I Wayan Balawan di depan toko musik Guitar Center dekat La Palma, Orange County (California), 6 Maret 2011 pagi waktu setempat. (KOMPAS.com/ATI KAMIL)

Pada 6 Maret lalu, pria kelahiran Batuan (Sukawati, Gianyar, Bali) ini pergi ke dua toko Guitar Center di Los Angeles dan sekitarnya. Satu di Sunset Boulevard, Hollywood (Los Angeles), satu lagi di dekat La Palma (Orange County). Balawan ditemani Tjetjep Suparman, kolektor gitar dan bas sekaligus penikmat musik dan gemar bermain bas. Mereka diantar oleh dua kenalan Balawan yang tinggal di La Palma, Robert dan Annie.

0531453620X310 Balawan: Saya Bukan Kolektor Gitar
Sesudah pertunjukannya di University of Wisconsin at Madison, 9 Maret 2011 malam waktu setempoat, gitaris I Wayan Balawan berbincang-bincang dan berfoto bersama sebagian penontonnya. Gitar-gitar elektrik Balawan menarik perhatian mereka. (KOMPAS.com/ATI KAMIL)

Balawan pergi ke toko-toko gitar belum tentu untuk membeli alat musik itu. “Saya lihat-lihat, kalau ada yang unik modelnya dan sound-nya dan memang saya butuhkan, baru saya beli,” kata Balawan, yang gitar elektrik double neck andalannya dibuat oleh Julius Salaka dari Surabaya. “Saya beli yang saya butuhkan. Saya bukan kolektor,” sambung pemilik dua puluhan gitar ini.

0525436620X310 Balawan: Saya Bukan Kolektor Gitar
I Wayan Balawan mampir ke toko musik Guitar Center dekat La Palma, Orange County (California, AS), 6 Maret 2011 pagi waktu setempat. (KOMPAS.com/ATI KAMIL)

Di dua toko yang didatanginya, Ketua Bali Guitar Club ini belum membeli satu pun gitar. “Enggak nemu yang saya perlukan,” ujar Balawan, yang terkenal dengan gitar elektrik double neck dan teknik bermain tapping ini.

Baca Juga :  Pasar Tradisional Sipirok Berbiaya Rp 6,4 Miliar Diresmikan
0545479620X310 Balawan: Saya Bukan Kolektor Gitar
Seorang mahasiswi yang hadir dalam workshop I Wayan Balawan di University of Colorado at Denver School of Music, 11 Maret 2011 pagi waktu setempat, tertarik untuk mencoba memainkan gitar elektrik Balawan. (KOMPAS.com/ATI KAMIL)

Menjalani tur pertamanya di AS, Balawan membawa sebuah gitar elektrik double neck dan sebuah gitar elektrik biasa. Semuanya buatan Julius. “Saya mau promosi gitar bikinan Indonesia. Gitar impor yang dijual di sini (Indonesia) bikinan orang Indonesia juga, dibikin di sini, dikirim ke luar, dikasih merek, balik lagi ke sini,” kata Balawan di Jakarta, kira-kira sebulan lalu, menjelang keberangkatannya ke AS. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*