Balikin Uang Korupsi, Proses Hukum Tetap Jalan

Walaupun mantan Wali Kota Tanjung Balai, dr H Sutrisno Hadi SpOG telah mengembalikan uang sebesar Rp950 juta uang Negera, bukan berarti mantan wali kota tidak dijerat hukum atau proses hukumnya berhenti.

Hal ini disampaikan praktisi hukum, Guntur Zass, Rabu (12/1). Menurutnya, dengan dikembalikan uang tersebut, maka proses hukum mantan wali kota tetap berjalan dan tetap dijerat hukum.
”Mana ada istilah uang kerugian Negara dikembalikan, maka proses hukum diberhentikan dan tersangka tidak dijerat hukum,” ujarnya.

Guntur menambahkan, dalam Undang-Undang (UU) atau peraturan hukum tidak ada yag mengatakan jika tersangka dalam kasus dugaan korupsi mengembalikan uang dari hasil dugaan korupsi, maka proses hukumnya diberhentikan maupun tersangka tidak dijerat hukum.

“Sebab barang siapa yang melakukan pelanggaran hukum, maka pelaku atau tersangka tetap dilakukan proses hukum maupun dijerat hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara praktisi hukum, Jony Hutajulu SH mengatakan, dengan dikembalikan uang hasil kerugian Negara akibat perbuatan dugaan korupsi, berarti sudah terbukti atau sudah dilaksanakan perbuatan dugaan korupsi tersebut. Sehingga proses hukum tetap berjalan dan tersangka harus dijerat hukum yang berlaku.

Sedangkan tersangka pembunuhan dan tersangka pencurian proses hukumnya tetap berjalan dan dijerat hukum, walaupun mengembalikan hasil dari perbuatannya, sebab mereka terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum atau tindak pidana murni. Hal yang sama juga berlaku bagi tersangka kasus dugaan korupsi, proses hukum tetap berjalan dan dijerat hukum yang berlaku, walaupun mengembalikan uang kerugian Negara, sebab sudah terbukti atau sudah dilaksanakan.

Baca Juga :  DPRD Deli Serdang Curigai Ada Joki Ujian CPNS

“Bagi siapa yang melakukan tindak pidana murni dan sedang dalam proses hukum, maka proses hukum tetap berjalan dan tetap dijerat hukum yang berlaku, walaupun mengembalikan dari perbuatannya,” katanya.

Jony Hutajulu mencontohkan salah satu kasus dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin, walaupun Syamsul mengembalikan uang dari dugaan kasus korupsinya, namun proses hukum bagi Syamsul tetap berjalan.

“Sebab tidak ada dalam UU dan peraturan hukum yang berlaku, mengatur atau mengatakan, bila ada yang melakukan tindakan pidana murni dan sedang dalam proses hukum, walaupun mengembalikan sesuatu atau uang dari perbuatannya maka proses hukumnya tidak berjalan dan tidak dijerat hukum,” katanya. (sht) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*