BALLON D’OR – Sistem Lama, Sneijder Raih Ballon d’Or

Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, diyakini media-media Italia bakal memenangkan trofi Ballon d’Or jika masih memakai sistem voting yang lama. Sayangnya, sistem itu dihapus sehingga nama Sneijder disisihkan para saingannya.

0213202620X310 BALLON DOR Sistem Lama, Sneijder Raih Ballon dOr

Mulai tahun ini FIFA menggabungkan gelar pemain terbaik versi mereka dengan gelar pemain terbaik Eropa versi France Football, yakni Ballon d’Or. Trofi baru itu berjuluk FIFA Ballon d’Or dan Lionel Messi yang sukses memenangkannya. Adapun tempat kedua dan ketiga diduduki Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Pada sistem voting baru, hak suara dimiliki oleh para kapten dan pelatih tim nasional, serta jurnalis di seluruh dunia. Media-media Italia mengklaim, jika masih memakai sistem yang lama, di mana hanya jurnalis yang memiliki hak suara untuk Ballon d’Or, maka pemenanganya pasti Sneijder.

Pasalnya, para jurnalis Eropa lebih mengutamakan torehan gelar pemain setiap tahun. Tahun lalu, Sneijder memenangkan treble, jadi dia pantas menduduki tangga pertama. Disusul Iniesta dan Xavi yang mendapatkan dua gelar. Sementara Messi hanya akan berada di posisi keempat.

Conton teranyar bisa dilihat pada pada 2004 lalu. Ketika itu, FIFA memberikan gelar pemain terbaik mereka kepada Ronaldinho. Padahal, Dinho tak memenangkan satu gelar pun di tahun itu. Sementara France Football memberikan Ballon d’Or kepada Andriy Shevchenko yang mengantar AC Milan meraih scudetto dan Piala Super Italia. Sheva juga menjadi pencetak gok terbanyak Serie-A di tahun itu. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bupati Madina; Tindak Kios Pengecer Pupuk yang Menambah Biaya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*