Bandara Kualanamu Paling Cepat Selesai Akhir 2012

(Analisa/ferdy) Anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba sedang menerima penjelasan dari sejumlah petugas saat meninjau Bandara Kualanamu, Selasa (2/8). Pengerjaan Bandara Kualanamu telah mencapai 85 persen dan diperkirakan selesai paling cepat akhir 2012.

Medan, (Analisa). Bandar udara (Bandara) Kualanamu diperkirakan paling cepat selesai akhir 2012. Itu pun masih mungkin mundur karena ada beberapa pengerjaan yang belum selesai karena berbagai faktor.

“Walaupun begitu kita harus optimis dan sama-sama mendukung agar Bandara Kualanamu bisa beroperasi selambatnya 2013,” ujar anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba saat mengunjungi Bandara Kualanamu, Selasa (2/8).

Karena itu ia berharap agar instansi terkait selalu duduk bersama untuk membicarakan penyelesaian Bandara Kualanamu seperti, soal listrik, air, pembebasan lahan dan sebagainya.”Tanpa kerjasaama dan koordinasi antar-instansi terkait, pengerjaan Bandara Kualanamu tidak akan bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Menurut Parlindungan Purba, hasil peninjauannya tersebut akan disampaikan pada rapat paripurna DPD dan DPR RI pada 16 Agustus mendatang di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pidato kenegaraan.

“Kami butuh masukan sudah sejauh mana perkembangan pembangunannya dan kendala apa yang dihadapi sehingga harus dicari bagaimana solusi untuk mengatasinya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Parlindungan Purba menyampaikan beberapa hal yang perlu diperbaiki antara lain jalan masuk yang dianggap terlalu sempit sehingga nantinya akan menghambat kendaraan yang masuk.

“Biasanya orang yang masuk bandara itu selalu terburu-buru sehingga butuh akses yang lebar. Di samping itu jalan yang terlalu sempit membuat bandara kurang baik dilihat,” ungkapnya.

85 persen

Sementara itu Pimpro Sisi Darat (Landside) Joko Waskito menjelaskan, sejauh ini pembangunan Bandara Kualanamu telah selesai 85 persen. “Tinggal 15 persen lagi yang belum selesai terutama di bagian runway yang masih mengalami kendala dalam penyelesaiannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Biaya Pilgubsu Bisa Bangun Jalan 110 Kilometer

Menurutnya, sisi darat yang belum selesai terutama isi dari bangunan seperti, furniture, x-ray, groundhandeling dan lainnya. “Ini menunggu penyelesaian secara menyeluruh,” ujarnya.

Khusus untuk pembiayaan landside menurutnya, seluruhnya Rp1,8 triliun dan yang terserap sudah mencapai Rp 1,2 triliun. “Yang Rp600 miliar untuk menyelesaikan hal yang belum selesai,” ujarnya.

Mengenai jalan menuju Bandara Kualanamu menurutnya untuk jalan non-tol dari sekitar 15 km, 10 km di antaranya sudah selesai. Sedangkan untuk tol sedang dilakukan pembebasan lahan.

Sedangkan Koordinator Lapangan Firzal Sawi Toenoes menjelaskan sisi udara. Menurutnya, mulai dari apron hingga run taxi sudah selesai. Yang masih mengalami kendala adalah runway. “Runway baru selesai sekitar 10 persen,” ungkapnya.

Kendala pembangunan runway kata Firzal tersangkut pengadaan pasir. “Kontraktor masih mengalami kendala dalam penyediaan pasir karena naiknya pajak Galian C yang ditetapkan Pemkab Deliserdang dari Rp 800/m3 menjadi Rp7.000/m3,” ujarnya.

Jumlah pasir yang dibutuhkan untuk menimbun runway sekitar 1,5 juta m3. Saat ini yang sudah terpenuhi baru sekitar 200.000 m3. Jumlah sebenarnya itu dipenuhi pasir dari Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Namun yang paling dominan dari Deli Serdang.(rrs)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mayat Teroris Yang Terlibat Perampokan Bank CIMB Niaga Medan Dimakamkan di Asahan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*