Bandara Kualanamu ‘Ternodai’ Perilaku Ketidakramahan

(Analisa/amirul khair) TERNODAI: Keramahan Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang ‘ternodai’ perilaku ketidakramahan oknum-oknum yang mencari keuntungan namun tak memikirkan kenyaman orang lain. Tepat di depan pintu kedatangan, setiap penumpang yang keluar akan langsung disambut perilaku ketidakramahan itu.

Oleh : Amirul Khair

Hampir 8 bulan Bandar Udara (Bandara) Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport/KNIA) Deliserdang beroperasi sejak 25 Juli 2013 lalu. Pembangunannya pun terus ditingkatkan terlebih jelang peresmiannya yang dijadwalkan dilaksanakan 27 Maret mendatang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebagai bandara berkelas internasional, Kualanamu butuh dukungan semua pihak untuk menjadikan bandara ini mandiri dan punya wibawa di mata internasional. Dukungan tersebut harus dipelopori semua pemangku kepentingan dan elemem masyarakat. Wajah Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang harus tampil ‘anggun’ sehingga memberikan kesan positif kepada yang melihatnya terlebih yang menggunakan jasanya.

Wajah anggun yang semestinya diekspresikan untuk mencitrakan positif Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang tampaknya masih ‘ternodai’ dengan perilaku ketidakramahan orang-orang yang justru mengambil keuntungan dan bersandar dari bandara ini.

Seperti terjadi, Selasa (11/3), sepasang suami istri (Pasutri) yang tergolong muda dengan seorang bayi digendong, harus menerima perlakuan kurang ramah dari para calo taksi gelap. Begitu keluar dari terminal kedatangan, pasutri ini sudah disambut dengan pertanyaan bertubi-tubi dari beberapa pemuda yang menawarkan jasa angkutan.

Sepintas pasutri muda ini mengelak dari tawaran beberapa lelaki. Tapi usaha pantang menyerah diperlihatkan kawanan lelaki itu sambil berjalan. Bahkan sampai pasutri muda itu duduk di kursi yang tersedia di terminal kedatangan lantai I, ‘godaan’ terus dilancarkan.

Baca Juga :  MENELISIK PEREDARAN SURAT-SURAT TANAH DI MADINA

Ironisnya lagi, troli yang digunakan pasutri ini untuk membawa barang-barang yang terlihat penuh, coba ‘Direbut’ salah seorang kawanan lelaki itu meski akhirnya menyerah karena sang suami memegang erat troli itu.

Pemandangan Rutin

Pemandangan perilaku ketidakramahan terhadap penumpang maskapai penerbangan ini rutin terlihat di depan pintu terminal kedatangan Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang. Puluhan lelaki yang selalu berkumpul dan selalu ‘Sok ramah’ ini menjadi pemandangan rutin yang terkesan memang ‘Dipelihara’ oknum-oknum yang punya wewenang tapi tak mau menertibkannya.

Padahal, pemandangan itu jelas telah ‘Menodai’ wajah Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang sebagai bandara besar tidak saja di mata nasional, tapi juga internasional. Ironisnya lagi, aksi itu terjadi di depan petugas keamanan bandara bahkan polisi yang berseragam.

Pertanyaan menggelayut di pikiran penulis. Apakah aksi itu sengaja dibiarkan atau tidak mampu diatasi karena sudah ‘menggurita’ disebabkan ada oknum-oknum berada di belakang mereka ? Tapi agaknya, pemandangan ini memang sulit ‘diberanguskan’. Entah apa sebabnya.

Menyikapi ini, Kepala Keamanan Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Jasirin mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin dan terus melakukan penertiban banyaknya calo taksi gelap yang meresahkan penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara itu.

“Saya maunya sih gitu (Bandara terkesan ramah-red). Tapi memang tidak mudah” jelasnya.

Selain jumlah personil keamanan yang terbatas, Jasirin mengaku ada pembeking aksi para calo taksi gelap itu sehingga sulit ditertibkan. Namun dia tetap komitmen untuk terus menertibkannya dan berharap ‘wajah’ Bandara Internasional Kualanamu bisa menampilkan keramahan. Bukan sebaliknya, ketidakramahan yang selama ini masih terus beraksi.

Baca Juga :  Humbahas Rusuh, 1 Tertembak

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Sudah saatnya bandara sak indonesia raya ini di kelola swasta, kalo masih yang punya bedil yang ngatur ya begitu ,,, jauh dari propesioanal ….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*