Bangun Kamar Seks Khusus Tahanan, 3 Polres Tunggu Arahan Poldasu

TAPSEL- Polres Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, dan Mandailing Natal masih menunggu arahan resmi dari Poldasu terkait pembangunan ruang khusus untuk penyaluran biologis bagi tahanan dan nara pidana yang sudah menikah. Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasubbag Humas AKP AR Siregar SH kepada METRO, Senin (23/5), mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan satu ruangan yang sebelumnya merupakan gudang milik satuan Sabara. “Kita masih menunggu arahan resmi dari Poldasu, tapi sebagai persiapan kita sudah menyiapkan satu ruangan bekas gudang satuan Sabara dekat rutan Polres,” ucapnya. Saat ditanya apa saja fasilitas di dalam ruangan khusus itu, menurut Siregar hal itu  tergantung apa yang diarahkan Poldasu.

“Tapi kalau patronnya adalah Poltabes Medan sebagai bangunan pertama dan percontohan tentunya harus kita buat juga begitu, seperti ada TV, spring bed dan AC atau sarana pendukung lainnya, maka untuk kepastiannya nanti kita lihat beberapa hari ini soal arahan resmi dari Poldasu,” tegasnya. Sama halnya dengan Polres Psp. Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik SIK MSi menyampaikan, pada prinsipnya Polres Psp mendukung kebijakan Kapoldasu tersebut. “Namun kita menunggu petunjuk teknis pelaksanaan sekaligus dan formulasinya. Saat ini Polresta Medan ditunjuk sebagai pilot project,” ujar Kapolres Psp.

Hal senada juga dilontarkan Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte SIK. Pihaknya juga masih menunggu arahan dan petunjuk dari Poldasu. Apabila ada instruksi yang masuk, maka Polres Madina juga akan merealisasikan itu secepatnya. Sebelumnya, Polres di jajaran Polda Sumatera Utara akan menyediakan kamar khusus untuk menyalurkan hasrat biologis para tahanan ketika suami atau istrinya berkunjung. Saat ini, kamar seks bagi para tahanan baru ada di Mapolresta Medan, yang telah diresmikan Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Sabtu (21/5).

Baca Juga :  SMKN 1 Lubuk Barumun Bertekad Lahirkan Ahli Perikanan

Peresmian ruangan tersebut juga dihadiri Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Ketua DPRD Medan Amiruddin, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, serta unsur Muspida. Bahkan Rahudman sempat mencoba merasakan empuknya kasus yang ada di kamar tersebut. Kapoldasu berharap dengan adanya satu kamar biologis di Polresta Medan ini, para tahanan dapat menyalurkan kebutuhan biologis mereka. Sebab, dari hasil survei yang dipelajarinya, banyak terjadi penyimpangan seksual di antara para tahanan.

“Kita sudah melakukan survei di beberapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sumatera Utara hingga ke ruang tahanan Polres di seluruh jajaran Polda Sumatera Utara. Ternyata, memang sangat dibutuhkan suatu ruangan untuk berhubungan seksual bagi tahanan. Namun tentunya bagi mereka yang telah berumah tangga. Apalagi selama ini suami dan istri telah terpisah karena salah satunya ditahan. Sehingga, mudah-mudahan dengan dibangunnya kamar biologis ini, para tahanan bisa menyalurkan kebutuhan kepada pasangannya walaupun mereka dalam tahanan,” terang Kapoldasu.

Kapoldasu menegaskan, ke depan dirinya akan menginstruksikan kepada semua Polres di jajaran Polda Sumatera Utara untuk membangun ruang biologis bagi para tahanan. Soalnya ini termasuk wujud kepedulian polisi terhadap masyarakat, terlebih bagi para tahanan. Kapoldasu yang didampingin Kabid Humas AKBP Raden Heru Prakoso beserta perwira lainnya menambahkan, kamar biologis ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Ini merupakan kamar biologis pertama yang ada di Indonesia. Tahanan juga berhak mendapatkan hak sama dengan masyarakat yang berada di luar tahanan, walaupun waktu mereka dibatasi,” katanya.

Sedangkan Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga dalam sambutannya mengatakan, meski peresmian kamar bilogis ini sedikit terlambat dari jadwal yang ditetapkan, namun komitmen polisi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat harus tetap diwujudkan. Untuk memanfaatkan kamar biologis ini, pihaknya akan memberlakukan peraturan ketat. Misalnya, para tahanan melalui pasangannya harus menunjukkan surat nikah resmi.  “Kamar khusus ini dipergunakan oleh tahanan pria dan wanita yang telah menikah dengan bukti pasangan tersebut harus menunjukkan surat nikah resmi. Kita tidak mengutip bayaran,” tegasnya, seraya menambahkan tahanan bisa menggunakan kamar tersebut dengan limit waktu sekitar 30 menit.

Baca Juga :  26 Siswa SMKN I Sipirok Tidak Lulus UN

Sementara Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyampaikan, dengan dibangunnya kamar biologis untuk para tahanan di Mapolresta Medan, berarti harapan untuk menjadikan Kota Medan lebih kondusif dengan suasana kebersamaan akan terwujud. Pasalnya, peresmian ini merupakan sisi humanis yang perlu terus didukung dalam melayani semua masyarakat.
Di ruang tahanan Mapolresta Medan, kamar biologis berukuran 2 x 4 meter, dengan sarana spring bed hijau, pendingin ruangan (AC), serta satu unit televisi flat 21 inchi yang tertempel di dinding. Juga ada kamar mandi dilengkapi shower.  (phn/neo/wan/ann/dok)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*